KT Jayagiri Desa Indragiri, Raih Peringkat Satu KT Teladan Nasional 2018

Rabu, 26 Desember 2018

Setelah unggul di tingkat provinsi Jawa Barat, Karang Taruna (KT) Jayagiri Desa Indragiri Kecamatan Rancabali, dinobatkan sebagai peringkat satu KT Teladan tingkat nasional tahun 2018. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Sosial Agus Gumiwang kepada Ketua KT Jayagiri Aripin Halim Ibrahim pada acara malam Refleksi Nasional dan Silaturrahmi Kebangsaan di Gedung Belle Li Embu Kota Gorontalo, Sulawesi Utara, Rabu (19/12/2018).

Dikatakan Agus Gumiwang, nilai-nilai kesetiakawanan harus terus diwariskan kepada setiap generasi. Karena menurutnya, Indonesia dengan keberagamannya memiliki kesamaan kearifan bangsa yaitu toleransi, gotong royong dan persatuan. “Ini menjadi modal dan harus diwariskan pada setiap generasi bangsa ke depan, termasuk menjadi kekuatan pembangunan di daerah-daerah,” ucap Agus Gumiwang.

Sebuah perjalanan panjang KT Jayagiri bisa menoreh prestasi membanggakan, untuk Kabupaten Bandung di kancah nasional. Bupati H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip.M.Ip menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, karena KT sebagai wadah organisasi pemuda, telah berperan aktif dan berkontribusi dalam mendukung misi pembangunan Kabupaten Bandung di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kepala Dinsos .

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung merasa bersyukur, bangga dan terhormat, karena Jayagiri dipercaya menjadi Karang Taruna Teladan Tingkat nasional. Tentunya ini semua tidak terlepas dari kerja keras para tokoh pemuda yang dilakukan selama ini, dalam merangkul generasi penerus, sehingga mampu mencetak SDM yang berkualitas dan terhindar dari pergaulan negatif,” ucap Bupati usai memimpin apel operasi lilin di Lapang Upakarti Soreang, Kamis (20/12/2018).

Senada dengan Menteri Sosial, Dadang Naser menyebutkan, KT di tengah masyarakat bisa menjadi lokomotif untuk menyebarkan nilai-nilai kesetiakawanan sosial. Menurutnya, generasi muda adalah ujung tombak dalam perjalanan pembangunan daerah. “Di Kabupaten Bandung, kaum muda dilibatkan dalam merumuskan perencanaan pembangunan. Mereka harus berpartisipasi memberi gagasan dan harapannya, dalam bentuk program dan kegiatan hingga penganggaran,” imbuhnya.

Bupati juga berterima kasih kepada jajaran Dinsos Kabupaten Bandung yang telah melakukan pembinaan. Dedikasi Dinsos bersama seluruh pihak dengan prestasi KT Jayagiri tersebut, harus menjadi teladan dan motivasi untuk KT di seluruh Kabupaten Bandung.

“Saya harap yang lain bisa belajar, bukan hanya raihan penghargaan tapi praktikan juga aksi-aksi KT Jayagiri kepada masyarakat. Sehingga kehadiran KT ini enggak hanya saat perayaan hari besar saja, tapi pada setiap kegiatan pembangunan di tengah –tengah masyarakat,” ujar dia.

Dadang Naser berharap pula dengan aktifnya Karang Taruna di seluruh Kabupaten Bandung, bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di Desa Indragiri. Sebagai Laboraturium kader generasi muda tambahnya, KT diharapkan mampu membawa perubahan konstruktif bagi lingkungan sosial kemasyarakatan.

“Bagaimana kita membina generasi jaman now ini, bagaimana pola hidupnya agar lebih berkualitas di masa yang akan datang. Dengan meningkatkan pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan kapasitas dan kapabilitas kepemudaan, mendorong peran aktif pemuda dalam berbagai aktivitas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, salah satunya adalah mereka yang tergabung di Karang Taruna. Selamat untuk Karang Taruna Jayagiri atas raihannya dan Selamat menjalankan semua programnya untuk masyarakat lebih luas,” pungkas Dadang Naser.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Bandung Dra. Hj. Nina Setiana.,M.Si yang juga dinobatkan sebagai Pembina KT Fungsional terbaik tingkat Jawa Barat menjelaskan, KT Jayagiri Desa Indragiri Kecamatan Rancabali, sebelumnya di bulan April 2018 telah bersaing dengan 5 KT lainnya di tingkat Kabupaten Bandung yakni, Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah, desa Sindangpanon Kecamatan Banjaran, Desa Pasirjambu Kecamatan Pasirjambu, Desa Pamekaran Kecamatan Soreang dan Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan.

“Melalui proses tinjauan lapangan, KT Jayagiri berhak mewakili Kabupaten Bandung di tingkat Provinsi Jawa Barat. Kemudian seleksi lagi untuk tingkat nasional bersama Kota Bandung, Bekasi, Depok, Kota Sukabumi, KBB (Kabupaten Bandung Barat), Garut dan Kabupaten Karawang,” terang Nina.

Setelah itu lanjutnya, KT Jayagiri bersaing dengan 20 besar KT di tingkat nasional dengan seleksi langsung oleh tim juri dari Kementerian Sosial RI. Kemudian di tahap penilaian akhir bersaing dengan 4 besar KT lainnya yakni, KT Dharma Bakti dari Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur, KT Mabest Kota Padang Sumatera Barat, KT Mekar Pandega Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta dan KT Putra Persada Kabupaten Gianyar Bali.

“Ada beberapa aspek yang dinilai, diantaranya kelembagaan, usaha ekonomi dan produktif, kesekretariatan, administrasi, rekreatif olahraga serta kesenian. Bidang usaha kesejahteraan sosial, mereka memiliki sanggar kerja karang taruna yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan warga desa dalam bentuk pelatihan menjahit dan sablon, kerajinan, pangkas rambut dan komputer,” paparnya.

Selain itu tambah Nina, KT jayagiri memiliki kearifan lokal "hajat buruan", yaitu suatu kegiatan silaturahmi warga desa untuk menyambut kebahagiaan dengan makan bersama masyarakat. Lalu bidang usaha ekonomis produktif, ada konveksi, bengkel motor, pengelolaan pasar dan usaha lain bersama bumdes, pangkas rambut dan pengelolaan lapang futsal.

“Sedangkan dibidang olahraga, kesenian diantaranya ada Futsal, Sepakbola dan sisingaan. Dan dibidang kemitraan bekerjasama dengan Bumdes untuk pengelolaan berbagai usaha dan Paket C dengan KBM,” pungkasnya.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Sekda: ‘Partisipasi Masyarakat Dalam Pesta Demokrasi, Harus Meningkat’ Pemilihan Umum
Guna mengimbangi perkembangan teknologi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menargetka