Komunitas PPKJ, Media Sebarkan Virus Keselamatan dan Vaksin Anti Kecelakaan Kawula Muda

Kamis, 22 Maret 2018

PRESS RELEASE

Komunitas PPKJ, Media Sebarkan Virus Keselamatan dan Vaksin Anti Kecelakaan Kawula Muda
Teddy ‘Anak Keren, Taat Aturan’
Anak muda zaman sekarang pada jago bawa kendaraan, tak tanggung-tanggung anak Sekolah Dasar (SD) di beberapa wilayah Kabupaten Bandung lebih lihai dari orangtuanya, itu siapa yang ngajarin ya ?.
Ya kondisi sekarang, tuntutan menggunakan kendaraan bukan hanya sebatas kebutuhan mobilisasi aktivitias sehari-hari. Kebanyakan, anak-anak terbiasa mandiri berkendara sendiri, karena lokasi atau tempat tinggal mereka berada di daerah yang tidak terjangkau kendaraan umum (angkot). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana bersama jajarannya tengah menjalankan program nasional, untuk membentuk Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan (PPKJ) di wilayah kerjanya.
“Tahun lalu setelah Komunitas PPKJ ini terbentuk, kita libatkan untuk membantu program Sosialisasi kepada para anak muda dan pelajar. Intinya banyak kegiatan yang bisa melibatkan para agen-agen Keselamatan Jalan ini, tentu saja untuk membantu menyebarkan Virus Keselamatan dan memberikan Vaksin anti Kecelakaan bagi kawula ‘moda’ seperti aksi sosialisasi di jalan-jalan, imbauan ke sekolah-sekolah juga memberi edukasi kepada anak-anak PAUD,” ujar Kadishub di ruang kerjanya, Senin (19/3).
Dalam pembentukannya sendiri lanjut Teddy, komunitas PPKJ melahirkan 20 orang siswa SMA di Kabupaten Bandung. Beberapa diantara mereka lolos ke tingkat provinsi dan nasional. Pemilihan PPKJ tingkat Kabupaten Bandung tahun 2017 kata dia, berhasil mengalahkan 35 pelajar lainnya dari 27 kota/ Kabupaten di Provinsi Jabar.
"Mereka adalah Putri Gayatri dari SMA N 1 Banjaran dan Gita Ayudhia Fitriani dari SMA N 1 Baleendah. Keduanya harus bisa menularkan pengetahuan mereka bahkan kalau bisa akan lahir Putri Gita yang lain,” ujarnya.
Teddy menjelaskan, kedua pelajar tersebut sebelumnya mengikuti Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Kabupaten. Kemudian keduanya berhasil lolos ke tingkat Provinsi Jabar, yang seleksinya digelar dari Agustus 2017 di Hotel Pangrango Resort Sukabumi.
"Mereka berdua berkompetisi dengan 35 pelajar lain dari sejumlah kabupaten/ kota di Provinsi Jabar. Harapan kami, ketiga pelajar ini dapat meraih prestasi dan memberikan sumbangsih mengharumkan nama Kabupaten Bandung," ungkapnya.
Pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ kata Teddy, merupakan proses penilaian atau seleksi terhadap para pelajar SMA dan/atau sederajat di provinsi dan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia, dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dengan memilih pelajar yang akan ditetapkan sebagai Juara Pelajar Pelopor Keselamatan Tingkat Nasional.
"Harapan kami, kedua pelajar pelopor keselamatan LLAJ ini bisa menumbuhkan kesadaran pelajar dalam mematuhi peraturan lalu lintas, tanggung jawab berkendara untuk meningkatkan keselamatan juga sebagai agen menyebarluaskan informasi tentang keselamatan jalan ke kalangan generasi muda melalui pelajar," ujarnya.
Untuk pemilihan tahun 2018 lanjutnya, seleksi PPKJ akan dilakukan pada akhir bulan April dan awal Mei. Sebagai media penyebar informasi keselamatan, mereka dituntut mengajarkan dan mengedukasi kawan-kawan sebaya atau dibawah usianya agar sadar akan penting taat aturan. “Anak keren taat aturan, jangan sampai mati konyol karena kesalahan sendiri. Lengkapi keselamatan kita dengan memakai helm, jaket, dan yang pasti surat-surat kendaraan kita, serta pahami rambu-rambu berkendara,” tegas Teddy.
Ditemui di tempat berbeda, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH, S.Ip., M.Ip meyakinkan bahwa ‘kawula moda’ ini harus terus dibina dan dilibatkan dalam program mengedukasi rekan sebaya. Bukan dengan cara menggurui tapi melalui ajakan dan pola yang sederhana serta tidak menakutkan.
“Pola edukasi untuk remaja harus lebih segar dan menarik. Dengan hadirnya PPKJ ini, kita harap kesadaran berkendaran bagi ‘kawula moda’ bisa meningkat. Untuk pelajar yang masih belum cukup usia mengoperasikan kendaraan, supaya tidak memaksakan diri berkendara. Karena selain melanggar aturan, resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas juga besar,” pungkas Bupati Bandung.
Sumber: Press Release Bagian Kominfo Setda
BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Tim Fasilitasi Inventarisasi Fasilitas Sosial-Fasilitas Umum (Fasos-Fasum) Trase Proyek Kereta Cepat
Pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di Kabupaten Bandung, meru