Ketua FKBS Dorong Tingkatkan SDM Kesling Puskesmas

Jumat, 28 September 2018

Ketua Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS) Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser mendorong agar para petugas kesehatan lingkungan (kesling) di Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) memiliki kapasitas Sumber daya manusia (SDM) yang memadai khususnya dibidang sanitasi.

Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bersama FKBS yakni melalui Orientasi Terpadu Kesling (OTKL) yang dipusatkan di Hotel Clove Garden Kecamatan Cimenyan, Kamis (27/9/2018).

“Sebagai kader kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat, petugas keslingpun harus punya keahlian dibidang sanitasi. Meski belum ada kualifikasi khusus sanitarian itu seperti apa, minimal kita paham bahwa pengelolaan sanitasi yang tepat akan berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Dalam hal peningkatan kualitas kesehatan Kurnia Agustina mengajak masyarakat ikut terlibat dalam berbagai program yang dikeluarkan oleh pemrintah. Inovasi lain yang saat ini dicanangkan lanjutnya, program Toska (Toilet Sehat Untuk Kita).

“Toska ini harus mulai diperkenalkan kepada masyarakat, bukan tidak mungkin seorang anak bakal males datang ke sekolah untuk belajar gara-gara toiletnya kotor dan bau. Karena dalam proses belajar mengajar di sekolah fasilitas sarana atau prasarana merupakan salah satu bagian yang sangat penting,” papar Kurnia yang akrab disapa Teh Nia.

Selain itu, tak ada hentinya Teh Nia terus mengingatkan masyarakat agar secara sinergis bersama pemerintah diwilayahnya masing-masing untuk meningkatkan pola Stop Buang air besar Sembarangan (SBS). Tentunya dengan dukungan para sanitarian yang telah diberikan materi OTKL.

“Hayu sabilulungan kita sebarkan virus-virus kebaikan untuk melakukan pola SBS di Kabupaten Bandung, mudah-mudahan wilayah bebas SBSnya terus bertambah,” harap Teh Nia yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bandung.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung drg. Grace Mediana, M.Kes mengatakan, sesuai dengan Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pada Bab XI pasal 162 yang berbunyi Upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

“Hari ini kita tekankan para petugas kesling untuk memahami lebih dalam OTKL, salah satunya melaui pasal tadi yang pengaturannya ditujukan dalam rangka terwujudnya kualitas lingkungan yang sehat, melalui upaya pencegahan penyakit atau gangguan kesehatan dari faktor risiko kesehatan lingkungan,” imbuh Kadinkes.

Pelayanan Kesling di Puskesmas kata Grace, dilakukan dalam bentuk konseling, inspeksi lingkungan yang dapat dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan lintas program dan lintas sektor.

“Kita sadari saat ini SDM Kesling memang harus lebih ditingkatkan. Makannya dengan program OTKL ini, saya harap seluruh peserta yang berasal dari 62 Puskesmas yang berasal dari Kabupaten Bandung bisa menopang dan berkontribusi untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang sehat,” tutup Grace.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 23 Tahun 2017,
Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung tahun 2018, sudah dimulai sejak bulan Sept