Bupati ‘UKM Dapat Menekan Pengangguran di Kabupaten Bandung’

Senin, 30 Juli 2018

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai dapat menekan angka pengangguran di Kabupaten Bandung. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.Ip., M.Ip.

“Berdasarkan DBS (Data Pusat Statistik), angka pengangguran di Kabupaten Bandung terus menurun. Pada awal masa jabatan saya, tingkat pengangguran mencapai 13%, dan sekarang memasuki tahun kedua di periode dua turun menjadi 3,92%. Penurunan ini dikarenakan terus bermunculannya UKM dan UMKM, sehingga dapat menekan angka pengangguran di Kabupaten Bandung,” papar Bupati saat menghadiri Margahayu Fair II tahun 2018 di Miko Mall, Sabtu (28/7).

Bupati Bandung menilai acara tersebut bertujuan mempromosikan kreativitas masyarakat. “Margahayu Fair merupakan sarana untuk mempromosika kreativitas masyarakat yang tergabung dalam UKM maupun UMKM,” jelasnya didampingi Camat Margahayu M. Usman.

Selain itu, Dadang M Naser memberikan apresiasi atas terselenggaranya Margahayu Fair II. “Saya sangat mengapresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Margahayu. Saya berharap acara ini menjadi agenda rutin tahunan, dan lama penyelenggarannya harus ditambah lagi.” Ungkap Bupati Bandung.

Margahayu Fair yang dilaksanakan dari 28 – 29 Juli 2018 tersebut memfokuskan kepada tema lingkungan hidup.

Bupati berpendapat, sampah bisa bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik. “Kita semua harus kreatif. Jika sampah dikelola dengan baik maka akan bernilai ekonomi. Apalagi sekarang ada perbankan yang siap menampung sampah,” imbuh Dadang M Naser.

Ia menambahkan, setiap desa khusunya di Kecamatan Margahayu harus tersedia Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) berbasis sampah. “Saya berharap kedepannya setiap Desa di Kabupaten Bandung khususnya Kecamatan Margahayu memiliki Bumdes yang unit usahanya berbasis sampah,” tutur Bupati.

Sementara pada Acara yang sama, Camat Margahayu M. Usman memaparkan Margahayu Fair II merupakan penyempurnaan dari even sebelumnya. “Ini merupakan penyempurnaan dari tahun lalu. Awalnya kami menggelar di Pasar Segar tapi karena kurang luas dan kurangnya animo masyarakat, jadi tahun ini kami menggelar Margahayu Fair II di Miko Mall,” ungkap Usman.

Usman menambahkan, pameran ini sebagai bentuk dukungan pihaknya dalam program Bandung 1000 Kampung. “Kecamatan Margahayu sendiri mempunyai kampung yang memiliki ciri khas di bidang UKM, seperti kampung militer di Kelurahan Sulaeman dan Sukamenak sebagai kampung sepatu, karena rata-rata pengrajin sepatu Cibaduyut berasal dari Sukamenak,” jelasnya.

Selain dimeriahkan oleh 35 stand UKM dari empat desa dan satu kelurahan di Kecamatan Margahayu, pameran tersebut menggelar berbagai macam perlombaan yang bertema lingkungan.

Camat Margahayu menjelaskan, diadakannya perlombaan dengan tema lingkungan merupakan jawaban dari tantangan yang diberikan Bupati pada pameran sebelumnya. “Perlombaan tahun ini merupakan upaya memperkuat karakter dan juga menyisipkan edukasi akan pentingnya lingkungan kepada pelajar,” paparnya.

Dirinya melanjutkan, lomba akan dibagi menjadi tiga tingkatan. “PAUD, TK, Igra, Himpaudi lomba mewarnai dengan gambar lingkungan. SD dan SMP menggambar di media botol, dan SMA melukis di media tong sampah,” imbuh Usman.

Usman menyampaikan, media dari perlombaan tadi akan dimanfaatkan oleh pemerintah Kecamatan Margahayu. “Nantinya botol-botol yang digambar tadi akan dijadikan tempat vertical garden, dan media lainnya akan dimanfaatkan untuk mempercantik kantor kecamatan dan desa-desa,” tutur Camat Margahayu.

Sumber : Humas Pemkab. Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Sebagai penggagas Sabilulungan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Iva Test dengan peserta terbanyak
Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 102 sudah selesai. “Alhamdulillah hari ini keg