Kabupaten Bandung Gencarkan Warnet Sehat yang Ramah Anak

Jumat, 12 Oktober 2018

Mendukung Kabupaten Bandung layak anak (KLA), Pemerintah konsen pada program dan kegiatan yang berpihak pada pemenuhan hak anak, salah satunya gagasan untuk warnet sehat yang ramah anak.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser,SH,S.Ip.,M.Si mengungkapkan dorongan untuk menciptakan warnet sehat khususnya untuk anak-anak akan terus dilakukan, melihat kondisi menjamur warnet yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

“Kita dukung KLA salah satunya melalui terbentuknya warnet sehat yang ramah anak. Kita antisipasi kecenderungan informasi negatif, tontonan yang tidak layak, aktivitas dan perilaku menyimpang yang diakibatkan atau dampak dari hadirnya warnet kebanyakan. Para pengusaha warnet itu harusnya punya asosiasi, mereka harus diberikan pemahaman-pemahaman mengenai warnet sehat,” ungkap Bupati saat dikonfirmasi di rumah jabatannya di Soreang, Selasa (9/10/2018).

Hadirnya warnet sehat ini, ujar Bupati akan memberikan dampak edukasi. Dirinya mengaku prihatin atas beberapa kasus kriminal yang terjadi pada anak dan dilakukan juga oleh anak-anak. Tentu saja menurutnya, arus informasi melalui internet begitu cepat, sehingga bisa mempengaruhi pola pikir bahkan perilaku anak-anak kita.

“Saya harap, para Camat bisa menginventarisir keberadaan warnet di wilayah masing-masing. Ini perlu dilakukan sebagai upaya preventif bersama untuk pencegahan dampak negative warnet. Para pemilik usahanya agar diberikan imbauan dan pengarahan, tentang bagaimana warnet sehat bisa diakses juga dengan adanya pembatasan jam operasionalnya,” imbuhnya.

Bupati menyebutkan, dari 3,6 juta jiwa penduduk Kabupaten Bandung, sekitar 1,2 juta jiwa adalah usia anak. Menurutnya potensi SDM tersebut harus bisa dikelola dengan baik, jangan sampai terpapar gawai dan mempengaruhi tumbuh kembang anak baik dari segi agama, social, psikologi, etika dan norma.

“Kita harus cermat, saat ini anak-anak sudah kecanduan gawai (smartphone). Mereka tidak bisa pindah ke lain hati, kebanyakan bermain game, medsos, selfie, dan menghabiskan waktu sebesar-besarnya di warnet untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi mempengaruhi kehidupan si anak,” ungkapnya.

Dia menekankan agar para pengusaha warnet punya asosiasi tersendiri, untuk menentukan standar usaha warnet agar tidak berdampak negative kepada konsumennya.

“Pengusaha-pengusaha warnet ini punya asosiasi, agar kami bisa dengan mudah menyampaikan informasi-informasi, bahkan nantinya ada standar warnet. Yang dikatakan ekonomis itu yang seperti apa? Karna tidak semua warnet yang ada bisa bernilai ekonomis, “cetusnya.

Menurut Bupati yang biasa disebut Kang DN ini, hadirnya warnet sehat merupakan inovasi yang harus mendapakan apresiasi. Karena zaman sekarang, arus informasi sangat mudah diakses apalagi untuk anak-anak yang menggunakan gawai.

Selain pengawasan dari aparat untuk menyisir warnet yang tersebar, peran orangtua adalah yang paling utama, untuk lebih mengawasi penggunaan smartphone anak-anak. Keberadaan warnet lanjutnya, akan berdampak sebagaimana masyarakat menggunakannya, jika bijak, warnet menjadi pembawa berkah jika tidak bijak bisa jadi musibah.

“Karena banyak motivasi, inpirasi yang didapat dari internet. Jika dengan bijak, orang bisa menggunakannya untuk berniaga lalu mendatangkan keuntungan, misalnya online shop, tapi jika sebaliknya ya akan jadi musibah, seperti penculikan, penyimpangan perilaku dan lainnya,” papar Kang DN.

Karenanya hanya memberikan penekanan betapa pentingnya keberadaan warnet sehat, dia menyatakan bahwa sudah saat nya mengkordinir dan mengantisipasi keberadaan internet dengan sebaik-baiknya. Dengan jaringan yang sangat luas, jika kita tidak bisa bijak menggunakannya, bisa jadi paranoid.

“Kita ingin mewujudkan warnet sehat, selain sehat juga harus bermanfaat, apalagi ramah anak. Ini baru langkah awal. Mudah-mudahan dengan kerjasama semua pihak, dan peran aktif masyarakat, warnet sehat yang ramah anak bisa segera terwujud, ” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Drs. Usman Sayogi.,M.Si menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penyisiran ke beberapa warnet, sekaligus memberi imbauan kepada pengelola warnet. Bekerjasama dengan beberapa pihak.

“Kami sudah menyisir ke beberapa warnet, melakukan pemantauan warnet sehat dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan harapan atau semacan tekanan agar para pengelola warnet ini ikut memerangi pornografi, mendesain bilik warnet terbuka, yang dikhawatirkan bisa memicu terbukanya konten tidak sehat atau terjadi tindakan asusila. Contohnya mengakses film atau situs porno juga harus di pengelola harus memblokir situsnya,” papar Usman.

Kemudian dia berharap agar pengelola warnet juga bisa, membina dan mengarahkan pengunjung yang masih anak-anak untuk menggunakan internet sesuai dengan koridor pendidikan.

“Ini harus menjadi perhatian dan pekerjaan bersama. Jangan ada pemikiran kekurangan pelanggan karena warnetnya berubah jadi warnet sehat. Justru kita harus ambil peran untuk berkontribusi, dalam upaya mendukung Kabupaten Bandung yang layak anak,” harapnya.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Kekecewaan yang dialami para Kepala Desa (Kades) atas pembatalan bantuan alat kesenian, diakui oleh
IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kabupaten Bandung resmi menjadi juara umum pada Pekan Olahraga