Revitalisasi Program P2WKSS di Ciaro Nagreg Sesuai Target

Jumat, 14 September 2018

Bupati : “Kampung Kreatif,Pasca P2WKSS Harus Lahirkan Masyarakat Kereatif” Sejak verifikasi awal, program Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) di Desa Ciaro Kecamatan Nagreg pada 14 Maret 2018 lalu, revitalisasi pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bekerjasama dengan berbagai pihak sudah sesuai target. Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip.,M.Ip mengatakan, P2WKSS menjadi program untuk mendorong peningkatan perempuan dengan menggunakan pola pendekatan lintas bidang pembangunan, terkoordinasi dan diarahkan kepada peningkatan kesejahteraan keluarga guna mencapai tingkat hidup yang berkualitas. “Reviltalisasi dari program P2WKSS ini harus berkelanjutan. Walau sesuai target, selain pembangunan infrastruktur, peningkatan SDM masyarakat dengan terjadinya perubahan pola pikirnya, program ini harus terus berdampak positif bagi keberlangsungan kehidupan di Desa Ciaro Kecamatan Nagreg dari berbagai aspek, dan menghapus imej Ciaro desa tertinggal,” ungkap Bupati Bandung saat agenda verifikasi akhir program P2WKSS di Desa Ciaro Kecamatan Nagreg, Rabu (12/9/2018). Mengenai verifikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), menurut Bupati program tersebut dijadikan sebagai pemberian penghargaan kepada para pelaksanaa program terpadu P2WKSS. “Verifikasi ini akan mendorong dan meningkatkan gairah para pelaksana di daerah, sasarannya ya supaya kita lebih meningkatkan prestasi dalam melaksanakan program, juga menetapkan desa pelaksana P2WKSS yang sesuai kebijakan pemerintah pusat,” imbuhnya. Bupati menyebutkan, verifikasi yang dilakukan bersama Pemprov Jabar, Perangkat Daerah (PD) Pemkab Bandung, pihak swasta juga dari akademisi, diharapkan bisa menghasilkan gambaran efektivitas pelaksanaan dari program P2WKSS dan dampaknya. “Kita harapkan ini bisa menghasilkan evaluasi untuk menilai hasil dari pelaksanaan program. Setelah ini kita akan mendapatkan gambaran dari efektivitas pelaksanaan, dampak terhadap kesetaraan dan keadilan gender, peran, akses, kontrol dan manfaat yang dirasakan perempuan beserta para keluarga di Desa Ciaro ini,” ujar Bupati Bandung. Pada kesempatan itu pula, Bupati mengapresiasi terbentuknya Kampung Kreatif Sabilulungan di Desa Ciaro, sebagai gebrakan baru dan bukti komitmen Pemkab Bandung dalam mendukung pengarusutamaan gender. Kampung kreatif tersebut kata dia, akan mencerminkan hasil dari pembinaan program P2WKSS di Ciaro, yang manfaatnya bisa dirasakan oleh semua kalangan. “Kita apresiasi hadirnya kampung kreatif di Ciaro, namun jangan cepat berpuas diri karena masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus kita kejar dalam pembangunan ini, contohnya pembangunan infrastruktur jalan rusak, penguatan ekonomi UMKM dan BUMdes, kesehatan, pendidikan, sosial budaya juga lingkungan. Semua PD agar terus menyisir wilayah mana saja yang perlu diintervensi APBD, APBDes melalui perencanaan program dan anggaran untuk pembangunan, supaya merata,” pesannya. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung, H. Hendi Ariadi Purwanto, SH, M.Si menyebutkan, di Kampung Kreatif Sabilulungan, tersedia juga beberapa fasilitas yang mendukung pemenuhan hak anak, seperti infrastruktur ramah anak yakni, mural ramah anak, adanya alat permainan edukatif bagi anak dan dilakukan juga pembentukan RW ramah anak. “Selain itu, pengarustamaan gender di bidang pendidikan agar para perempuannya memperoleh informasi, pengetahuan, keterampilan yang berdampak pada pemberdayaan perempuan yang mampu mendongkrak ekonomi keluarga. Lalu kita intervensi pemberdayaaan kesehatan juga, sebagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat, kepada 100 KK binaan yang tinggal di perbukitan, dengan luas wilayah sekitar 675 hektar dengan jumlah penduduk laki-laki 4.364 orang dan perempuan 4.085 orang itu,” ujar Hendi. Dia menyebutkan, dalam keberhasilan program P2WKSS, sudah dilakukan berbagai kegiatan seperti sosialisasi, pelatihan, penyuluhan, pemberian bantuan fisik, pembangunan infrastruktur seperti posyandu, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 35 unit, penyaluran pipa air ke rumah warga, pembangunan drainase, bantuan pembangunan penerangan jalan umum di 9 titik jalan desa, pengecatan rumah, pemberdayaan lansia oleh TP PKK Kabupaten Bandung dan kegiatan lainnya. “Selain dari PD Tim Pembina program, CSR pihak swasta dan FKBS (Forum Kabupaten Bandung Sehat) juga melakukan pembangunan 2 unit MCK dan bantuan hibah untuk perbaikan rumah rusak berat dari DWP (Dharma Wanita Persatuan) Kabupaten Bandung, juga Perguruan tinggi Dharma husada yang melakanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dilokasi P2WKSS,” paparnya. Dalam acara tersebut Ketua Tim Verifikasi akhir P2WKSS tingkat Provinsi Jabar DR. Hj. Neni Alyani,SE.,M.Mpd menyampaikan, kegiatan verifikasi dinilai sangat penting diselenggarakan sebagai awal terselenggaranya pembangunan. Menurutnya, pemerintah secara tegas memberikan perhatian kepada perempuan supaya dapat ikut andil dalam pembangunan. “Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas perempuan dan mengurangi kemiskinan di masyarakat. Dengan banyaknya kasus terhadap perempuan dan anak, pemerintah harus hadir didalamnya untuk mencegah hal tersebut. Sesuai dengan intruksi Persiden tentang intruksi implementasi pengaruh persamaaan gender dalam pembangunan agar pembangunan dapat secara adil dan setara menciptakan pembangunan yang Responsif Gender, disamping intervensi pembangunan lainnya dari pemerintah sendiri,” pungkas Neni Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Kekecewaan yang dialami para Kepala Desa (Kades) atas pembatalan bantuan alat kesenian, diakui oleh
IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kabupaten Bandung resmi menjadi juara umum pada Pekan Olahraga