Kabupaten Bandung punya Peluang Raih Wistara

Selasa, 03 September 2019

Ketua Tim Verifikasi Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tingkat Pusat, Iwan Nefawan, SKM,MIKom menilai Kabupaten Bandung memiliki peluang untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wistara.

Hal itu dinyatakan Iwan, setelah dirinya melakukan peninjauan ke beberapa lokasi khusus (lokus) di wilayah Kabupaten Bandung. Turut mendampingi Aji Wiranatakusumah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI), Tim KKS Provinsi Jawa Barat, jajaran Tim Pembina Kabupaten Bandung Sehat (KBS) dan unsur Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS).

Peninjauan ke lapangan, menurut Iwan sebagai salah satu langkah pihaknya dalam melakukan penyelarasan berkas atau dokumen administrasi yang disampaikan Tim Pembina KBS dengan implementasinya di lapangan.

"Setelah kami cross chek ke lapangan, ternyata apa yang kita temui sesuai dengan konsep verifikasi KKS. Malah, kami melihat di lapangan lebih lengkap dari dokumen yang disajikan", ucap Iwan usai melakukan peninjauan di kawasan wisata alam Kamojang, di Desa Laksana-Ibun, Jum'at (30/08).

Namun ia pun memberikan beberapa catatan yang perlu diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, diantaranya adalah kelengkapan dokumen administrasi. Saat pihaknya menyandingkan dengan dokumen yang disajikan, ternyata fasilitas yang ada di lapangan sangat lengkap.

Seperti di beberapa lokus yang dikunjunginya, diantaranya Rumah Makan Dermaga Sunda dan terminal sehat di Cicalengka, serta kawasan wisata alam Kawah Kamojang.

"Misalnya di Rumah Makan Dermaga Sunda, terdapat galeri makanan yang mempromosikan hasil kelompok tani setempat. Jadi selain masuk tatanan pariwisata sehat, rumah makan ini menjadi mitra petani dan sekaligus memperhatikan aspek ketahanan dan gizinya. Selama catatan kami diperbaiki, maka peluang Kabupaten Bandung untuk meraih Swasti Saba Wistara semakin terbuka", ucap pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan RI tersebut.

Sebelum melakukan peninjauan, Tim KKS Pusat diterima secara resmi oleh Bupati Bandung H.Dadang M.Naser di rumah jabatannya di Soreang.

Bupati Dadang Naser mengatakan bahwa pihaknya tidak sekedar mengejar nilai atau penghargaan semata. Program dari Kemenkes dan Kemendagri tersebut, menurutnya sangat berdampak positif, tidak saja pada aspek kesehatan, tetapi menyeluruh juga pada berbagai aspek kehidupan lainnya.

Penghargaan memang menjadi motivasi. Tapi yang terpenting, kata Bupati adalah bagaimana masyarakatnya yang mencapai 3,7 juta jiwa itu bisa sehat sejahtera. Seperti makna dari swasti saba itu sendiri, swasti adalah kesejahteraan, dan saba artinya tempat.

"Jadi kita akan menuju tempat yang sejahtera. Mulai dari, rumah, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga kondisi di Indonesia. Tujuan akhir dari KSS ini, bagaimana kita dapat menciptakan kondisi yang Bersih, Nyaman, Aman dan Sehat (Bernas). Harapan saya, tidak saja Bernas, melalui program ini masyarakat kita pun bisa produktif dan ekonominya meningkat", kata Dadang Naser.

Pada kesempatan itu, Dadang mengungapkan pihaknya melalui Tim Pembina KBS akan terus menampung aspirasi dari masyarakat yang terwadahi oleh FKBS.

"Kita akan terus mendampingi dan membina masyarakat. Menanamkan pemahaman kepada masyarakat, bahwa menciptakan kondisi Bernas tidak saja saat ada verifikasi, tapi harus menjadi kebiasaan. Jika Bernas sudah tercipta, pencapaian SDM yang unggul di Kabupaten Bandung pun mudah-mudahan cepat terwujud", harapnya pula.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Satuan Tugas (Satgas) penegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 Tahun 2017 tentang Kawasan
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ditegaskan bahwa setiap masyarakat m