Yandu Sabilulungan Bikin Pelayanan Dekat, Hemat dan Cepat

Rabu, 03 Oktober 2018

Luas wilayah Kabupaten Bandung yang mencapai 176.238,67 ha, dengan jumlah penduduk sekitar 3,6 juta jiwa, menuntut pelayanan publik harus bisa terjangkau ke seluruh wilayah.

Untuk mengoptimalkan layanan kepada masyarakat yang tersebar di 31 Kecamatan di Kabupaten Bandung, pemerintah mengeluarkan program Pelayanan Terpadu (Yandu) Sabilulungan. Hal tersebut diungkapkan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip.,M.Ip saat dikonfirmasi di rumah jabatannya di Soreang, Selasa (2/10/2018).

Bupati menyebutkan, inovasi Yandu Sabilulungan, digulirkan sejak tahun 2012 hingga saat ini, sebagai bentuk pelayanan prima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung yang terbukti membantu, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari akses pelayanan.

“Kita akan teruskan pelaksanaannya sambil dievaluasi agar menjadi lebih baik dan lebih optimal sebagai bentuk pelayanan prima ke depannya,” ujar Bupati.

Yandu Sabilulungan lanjutnya, dilakukan secara rutin setiap minggunya pada hari rabu, dengan melayani masyarakat langsung di halaman kantor Kecamatan.

Beberapa pelayanan seperti pengurusan administrasi kependudukan, pertanahan, perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM), Pelayanan KB, Perizinan, Kartu Kuning, Perpustakaan Keliling juga layanan untuk konsultasi pernikahan.

Bupati mengatakan, sebagai inovasi yang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sampai pada level kecamatan secara mobile, terpadu dan terjadwal serta terintegrasi, Yandu terdiri dari unsur Pemkab Bandung, Polres, Kodim, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kementerian Agama

“ Yandu Sabilulungan, bikin pelayanan semakin dekat, cepat dan hemat” ungkap Bupati. Menurutnya, masyarakat yang ada di wilayah bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya. Jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke pusat perkantoran di Soreang, cukup mengingat jadwal Yandu nya kapan akan dilakukan di Kecamatan masing-masing.

Bupati mengatakan, meski Yandu Sabilulungan dihadirkan ke setiap Kecamatan oleh Pemkab Bandung, namun tetap diperlukan adanya peran serta perangkat di wilayah setempat, supaya dalam pengurusan administrasi kependudukan bisa lebih optimal dan minim kendala.

“Supaya pengurusannya cepat, ya peran aparat wilayah juga sangat penting. Karena mereka yang langsung mengurusi persyaratan dari layanan publik, yang selanjutnya akan diproses oleh Perangkat Daerah (PD) atau instansi terkait,” imbuhnya.

Pada bulan Oktober 2018, Bupati menyebutkan jadwal Yandu Sabilulungan akan dilakukan di empat Kecamatan Kabupaten Bandung setiap hari rabu yakni, Kecamatan Cilenyi (3/10), Kecamatan Cikancung, (10/10), Kecamatan Ciwidey (17/10), Kecamatan Pacet (24/10) dan pelaksanaan Yandu di Kecamatan Ibun, Rabu (31/10).

“Catat jadwalnya, bagi masyarakat yang berada di Kecamatan Cileunyi, Cikancung, Ciwidey,Pacet dan Ibun ayo manfaatkan Yandu Sabilulungan bulan Oktober, setiap hari rabu di halaman kantor Kecamatan jam 9 pagi,” cetusnya.

Untuk yang belum mendapatkan jadwal Yandu, Bupati berharap masyarakat bisa memaklumi dan bersabar. Meski luasnya wilayah kabupaten Bandung dengan kondisi yang berbeda, Pemkab Bandung tetap akan melakukan Yandu secara rutin dan bergiliran.

“Pelayanan ini harus merata di seluruh wilayah, jadi kami harap masyarakat bisa memakluminya dan bersabar menunggu giliran yang sudah dijadwalkan, supaya semuanya mendapatkan layanan mobile ini,” harap Bupati.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2018 sebagai pengg
Inovasi dan terobosan yang dilakukan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser berbuah manis. Atas kerja sab