Warga Tarumajaya Terima 1 Juta Bibit Kopi

Senin, 14 Januari 2019

Warga Desa Tarumajaya terima 1 juta bibit kopi dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Bibit tersebut diserahkan saat kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP ke Sektor Pembibitan Citarum Harum Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari, Kamis (10/1/2019).

Pada kunjungan tersebut, Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.Ip., M.Si mengucapkan terimakasih kepada Mentan yang telah memberikan bibit pohon, sekaligus mendukung program Sabilulungan Tanam Pohon Kesayangan (Satapok) yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

“Untuk mewujudkan Citarum Harum bukanlah hal yang mudah. Upaya perbaikan atau rehabilitasi lingkungan sendiri memerlukan biaya yang sangat besar dan waktu yang sangat lama. Oleh karena itu, bantuan dari Mentan ini sangat berarti bagi kami,” ungkap Bupati.

Menyinggung masalah lingkungan, Bupati berpendapat, kurangnya perhatian masyarakat terhadap kerusakan Sungai Citarum menjadikan Citarum sebagai sungai terkotor dan mengakibatkan kerugian yang besar terhadap kesehatan, ekonomi, sosial, ekosistem, sumber daya lingkungan.

“Melalui Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, serta didukung dengan salah satu misi Kabupaten Bandung yakni Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup, dapat menyadarkan masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan terutama kelestarian Sungai Citarum,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perlu adanya sinergitas antara pemerintah dan stake holder lainnya. “Program ini tidak akan terealisasikan tanpa adanya sinergitas dari pemerintah, sektor swasta dan seluruh komponen masyarakat,” tambah bupati.

Konservasi di wilayah hulu juga, tambah Dadang, sangat diperlukan. Melalui program Satapok, pihaknya berharap kualitas lingkungan di Kabupaten Bandung jadi lebih baik.

“Dengan gerakan satapok ini, kita bisa memastikan kualitas pohon yang kita tanam dapat hidup dengan baik dan menghasilkan sesuatu. Sehingga, selain menjaga ekosistem kehidupan akan ada dampak dan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat yang merawatnya,” papar Dadang.

Dirinya berharap, lokasi satapok di Kecamatan Kertasari dapat dijadikan sebagai arboretum atau perkebunan yang mencantumkan informasi dari suatu tumbuhan sekaligus menjadi hutan rakyat di Kawasan Bandung Selatan.

“Selain itu, gerakan ini juga diharapkan dapat mengembalikan fungsi vegetasi dengan penanaman kembali tanaman endemik yang sudah hilang,” harapnya.

Bupati juga mengajak masyarakat di hulu Sungi Citarum untuk tidak menanam sayuran dan beralih ketanaman kopi.

“Mengingat, tanaman kopi merupakan salah satu tanaman yang baik untuk konservasi dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu kondisi geografis hutan di Kabupaten Bandung juga cocok untuk budidaya tanaman kopi jenis arabika,” pungkas Bupati Bandung.

Sementara Mentan menyebutkan, penyerahan bibit tersebut bertujuan untuk menghijaukan hulu Sungai Citarum.

“Atas Instruksi Presiden, rencananya kami akan memberikan tiga juta bibit kopi yang akan diserahkan secara bertahap, yakni satu juta bibit pertahun. Produktivitas bibit kopi ini sendiri bisa mencapai tiga kali lipat dari kopi biasanya kurang lebih sekitar 3,5 ton,” jelas Mentan.

Ia menambahkan, selain melakukan konservasi lingkungan, kesejahteraan masyarakat juga menjadi fokus utama Pemerintah Republik Indonesia.

“Dengan ditanamnya pohon kopi ini, kami juga berharap kesejahteraan masyarakat khususnya petani di Kabupaten Bandung dapat ikut meningkat,” pungkas Andi.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam menerapkan Program “Bandung 1000 Kampung”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung m
SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabup