hamile porno hd porno sikiş porno zenci porno mobil porno gizli çekim porno sex filmleri brazzers zenci porno hd porno üniformalı porno zenci porno sex resim

Terdampak Bencana, Margamulya Jadi Lokus Program Rutilahu

Jumat, 28 Februari 2020

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman Rakyat dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung Erwin Rinaldi menyebutkan, sampai saat ini masih tersisa kurang lebih sebanyak 18 ribu unit rutilahu yang belum tersentuh bantuan.

“Rutilahu merupakan program reguler, namun kami juga memprioritaskan bantuan perbaikan rumah di lokasi terdampak bencana. Kampung Bojongwaru Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan, wilayah terdampak angin puting beliung paling parah pada Oktober tahun lalu, kebetulan memang sudah kami anggarkan masuk program ini,” terang Kepala Disperkimtan di ruang kerjanya di Soreang, Rabu (26/2/2020).

Melalui program tersebut, dibantu masyarakat secara swadaya, sejumlah rumah yang rusak berat di lokasi terdampak, diperbaiki hingga tuntas. Setiap tahun, ucap Erwin Rinaldi, pihaknya selalu memaksimalkan anggaran dari pusat, provinsi maupun daerah, ditambah peran serta masyarakat.

“Lokasi untuk penyaluran bantuannya pun tercatat dengan baik di data base kami. Margamulya kebetulan sudah masuk dalam agenda, sehingga realisasinya bisa dipercepat,” tambah Erwin Rinaldi.

Selain rutilahu, masalah air bersih, Mandi Cuci Kakus (MCK) umum dan Sistem Pembuangan Air Limbah SPAL, juga menjadi perhatian instansi yang dipimpinnya. “MCK, yang diutamakan bukan hanya toiletnya, tapi juga SPALnya. Dengan tujuan mencegah pembuangan langsung ke tanah, yang imbasnya nanti mencemari sungai,” tutur Erwin.

Penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Bandung, setiap tahunnya terus berjalan. Anggarannya berasal dari beberapa sumber, antara lain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Sementara dari provinsi melalui program rutilahu dan bantuan keuangan (bankeu), dan terakhir dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung.

“Besaran stimulan tiap unit rumah dari APBD itu sebesar Rp. 15 juta. Dengan rincian bahan material Rp. 14 juta, upah kerja Rp. 800 ribu dan Rp. 200 ribu sisanya untuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Kalau dari pusat dan provinsi aturannya beda lagi,” urai Kepala Disperkimtan.

Pada prinsipnya tambah Erwin, masing-masing rutilahu hanya boleh mendapatkan bantuan sebanyak satu kali dari satu sumber dana. Kecuali di atas enam tahun dan dinilai masih tidak mampu, maka bisa diajukan lagi.

“Untuk penanganan yang bersumber dari APBD, sebagian besar kita dapatkan datanya melalui musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) di tahun sebelumnya. Dari musrenbang lalu masuk RKA (Rencana Kerja dan Anggaran), dilengkapi dengan proposal. Pada tahun anggaran berjalan kita verifikasi, identifikasi lalu dilakukan pelaksanaan yang didampingi oleh konsultan pendamping,” tuturnya pula.

Sementara di tempat terpisah, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengatakan, pemkab akan terus peduli dan fokus pada perbaikan rutilahu. “Terutama pada wilayah terdampak bencana. Termasuk di back up juga dari sisi MCK nya, supaya sanitasi masyarakat berjalan dengan baik,” ucap Bupati Dadang Naser.

Ia juga mengingatkan, masyarakat yang membangun rumah di wilayah dengan tanah subur seperti Pangalengan, harus menggunakan konstruksi khusus. Karena di wilayah tersebut sering terjadi gempa.

“Struktur bangunan, harus menggunakan pondasi strauss pile dipadukan dengan pondasi cakar ayam. Supaya kalau terjadi guncangan, bangunan tidak langsung runtuh,” imbuh bupati.

Kabupaten Bandung, sebutnya, sempat dinyatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai daerah rawan bencana nomor 4 di Indonesia. Namun dengan mitigasi bencana, sosialisasi kebencanaan, maupun pelatihan kesigapan, saat ini turun ke peringkat 14.

Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan masih akan terus berlangsung hingga April mendatang. Diperkirakan puncak musim penghujan terjadi pertengahan bulan Maret.

“Karena itu kami meminta seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih pada pergantian musim. Pangalengan yang rentan gempa, longsor dan banjir bandang, ternyata terjadi juga angin puting beliung. Ini yang harus terantisipasi oleh seluruh masyarakat,” pungkas Dadang Naser.

Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Bupati Bandung H.Dadang M.Naser menghadiri Forum Koordinasi Sinergitas Tiga Pilar Kecamatan dan Desa
Menanggapi rencana pemerintah pusat, yang akan memberikan bantuan modal kerja darurat kepada para pe