Tempat Sampah Unik, Bikin Orang Sadar Kebersihan

Senin, 29 Januari 2018

Sampah masih menjadi salah satu problematika di Indonesia termasuk di Kabupaten Bandung.

Padahal, kerap ditemui peringatan bertuliskan “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan”, namun kadang diabaikan oleh masyarakat.

Ajakan membuang sampah pada tempatnya ini, kadang tidak diindahkan oleh masyarakat.

Meski sudah banyak tempat sampah tersedia di tempat umum, namun pada kenyataanya keberadaan tempat sampah masih belum optimal.

Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan walaupun sudah terpampang jelas larangan dalam sebuah tulisan.

Menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan terutama membuang sampah sembarangan dirasa kurang efektif jika hanya mengandalkan tulisan.

Apalagi Indonesia merupakan negara dengan tingkat literasi yang rendah.

Sebagai pilihan agar masyarakat peka untuk menjaga kebersihan, pemerintah daerah dapat mengambil alternatif membuat tempat sampah menjadi benda yang menarik dan unik.

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, merupakan salah satu program prioritas pembangunan Bupati Bandung Dadang Mochamad Naser, dalam mengentaskan persoalan lingkungan.

Bupati Dadang Naser mengungkapkan sebaik apapun upaya dan program pemerintah tidak akan terlaksana dan terwujud dengan baik jika tidak didukung oleh kesadaran masyarakat di sekitarnya.

Sudah seharusnya masyarakat pun berperan aktif memberi dukungan kepada pemerintah dengan menciptakan lingungan yang bersih dan sehat.

“Mulailah dari diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya, tindakan kita ini diharapkan dapat memicu orang lain agar menyadari pentingnya kebersihan lingkungan,” ucap Dadang Naser.

Dadang mengatakan, menjaga kebersihan dengan cara membuang sampah pada tempatnya pasti sudah diajarkan dari usia dini.

Perilaku sadar sampah, imbuh Dadang bukan merupakan sesuatu yang instan, perlu dibiasakan secara terus menerus, salah satunya adalah dengan mengajarkan perilaku hidup bersih sejak kecil.

“Memang bukan hal yang mudah awalnya untuk mengajari anak membuang sampah pada tempatnya. Namun, secara psikologis, anak usia dini belajar dengan menirukan orang dewasa di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya pula.

Untuk mendukung terwujudnya program Bupati Bandung, mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung membuat terobosan baru dalam penyediaan tempat sampah.

Di desain dengan warna yang cukup mencolok, bentuk bak yang unik dan kekinian, dilengkapi dengan informasi-informasi yang edukatif.

Tempat sampah ini dibuat sedemikian rupa sehingga tidak hanya berupa sebuah tong yang berisikan plastik hitam dan nampak kumuh.

Menurut Kepala DLH Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, S.Sos, M.Si upaya tersebut dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat.

“Sehingga orang peduli, sadar dan membuang sampah menjadi lebih menyenangkan. Walaupun sebenarnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya wajib dimiliki oleh setiap orang,” ungkap Asep Kusumah.

Pemerintah Kabupaten Bandung sendiri, tambah Asep sudah mengeluarkan kebijakan tentang pengelolaan sampah, dan didalamnya memuat tentang peran masyarakat untuk ikut mengawasi dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bandung Nomor 15 Tahun 2012 Tentang Perubahan atas Perda Kabupaten Bandung Nomor 21 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Sampah.

Asep menyebutkan keberadaan tempat sampah tematik yang bermuatan edukasi ini, dipasang di beberapa titik lokasi yang banyak dilalui ataupun dikunjungi banyak orang.

Diantaranya di sepanjang jalan Al-Fathu-Soreang termasuk di area Gedung Science Centre (Puser Elmu) dan Gedong Budaya Sabilulungan (GBS), kemudian di Pangulinan Cacah Menak Taman Edukasi Lalulintas Sabilulungan (Pacantells) dan setiap halte milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, serta di area Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung, di Taman Uncal, Taman Anak dan Taman Perpustakaan.

Sementara itu, ketika ditemui di Taman Uncal, di area Komplek Perkantoran Pemkab Bandung, Risda Aprilia Hafsari (20), seorang mahasisiwi Kehumasan Fikom Universitas Padjadjaran Bandung mengatakan keberadaan tempat sampah ini cukup menarik perhatiannya, dan mengundangnya untuk berselfie.

Sebagai warga Kabupaten Bandung, dirinya mengaku bangga dan mengapresiasi semua upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah.

Keberadaan sampah ini, menurut Risda selain bisa menjaga lingkungan, berfungsi juga menjadi media edukasi karena di sekitarnya pun penuh dengan informasi-informasi tentang manfaat sampah.

Sampah sangat berguna bagi kehidupan manusia, jika dikelola dengan baik.

”Tempat sampah ini menarik untuk dilirik, tidak terkesan kumuh. Meski hanya bak sampah, tapi tempat ini bisa jadi spot foto yang asyik,” tuturnya pula.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung me
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung menyatakan sangat mendukung program Bupati Band