hamile porno hd porno sikiş porno zenci porno mobil porno gizli çekim porno sex filmleri brazzers zenci porno hd porno üniformalı porno zenci porno sex resim

Teh Nia Motivasi Organisasi Perempuan Melalui PUG

Jumat, 28 Februari 2020

Zaman sekarang kaum perempuan tidak lagi terkungkung aturan. Dia bisa berkarya, berprestasi bahkan bisa menjadi pemimpin dan berkontribusi untuk pembangunan di daerahnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang Naser, dalam acara Peningkatan Peran Serta Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan Melalui Pembinaan Organisasi Perempuan di Aula Kantor Kecamatan Margahayu, Selasa (25/2/2020).

“Kita semua bisa mengambil peran dalam pembangunan. Jangan ragu untuk mengutarakan ide, gagasan dan pendapat selama itu baik dan berdayaguna. Sekecil apapun itu, perempuan mewakili separuh dari penggerak pembangunan di setiap elemen,” papar ibu yang biasa disapa Teh Nia itu.

Di hadapan ratusan anggota organisasi perempuan Kecamatan Margahayu, Teh Nia memaparkan permasalahan Pengarusutamaan Gender (PUG) di tengah masyarakat. Ia menyebut, PUG adalah pendekatan pembangunan pada sektor yang belum mengakomodir pentingnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Menurutnya, banyak sekali pembeda anak perempuan dan anak laki-laki dalam mendapatkan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan. Untuk itu lanjutnya, PUG diperlukan sebagai salah satu strategi untuk mewujudkan pembangunan yang dapat dinikmati secara adil, efektif, dan akuntabel oleh seluruh penduduk, baik perempuan, laki-laki, anak perempuan, dan anak laki-laki.

“Kalau kita perhatikan, PUG ini bisa menjadi solusi kesenjangan bagi keterbatasan SDM kaum perempuan. Sesuai salah satu prioritas pembangunan Pemkab Bandung, peningkatan SDM menjadi sangat penting bagi keberhasilan pembangunan daerah, kita jangan sampai tertinggal,” pesannya.

Upaya sederhana kata Teh Nia, dengan strategi PUG penerapan pembangunan perlu dilakukan oleh semua kalangan tanpa memandang perbedaan gender. “Hadirnya Posyandu menjadi kontribusi nyata kaum perempuan dalam pembangunan. Di Kabupaten Bandung, posyandu tidak melulu pelayanan imunisasi anak, akan tetapi lebih jauh lagi untuk pelayanan sosial dasar masyarakat,” papar Teh Nia.

Dirinya berpesan kepada seluruh masyarakat khususnya kaum perempuan, agar jangan berhenti belajar, berorganisasi, berinovasi dalam hal positif dan terus meningkatkan kemampuan diri. “Kepada para anggota organisasi perempuan yang hadir hari ini, ayo tingkatkan kualitas diri menjadi perempuan hebat, bermartabat dan terus menjadi agen transformasi penerus bangsa yang berkualitas,’’ tutupnya.

Pada kesempatan itu, turut hadir Camat Margahayu Mochamad Ichsaq, S.sos, para ketua PKK desa, musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), para kepala desa, Organisasi Persistri, serta IGRA Kecamatan Margahayu.

Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Delapan fungsi keluarga dipandang Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina
Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), yang akan diimplementasikan di seluruh daerah provinsi, k