Subaca Raih Prestasi di Lomba Perpusdes Tingkat Jabar

Rabu, 10 Juli 2019

Kabupaten Bandung kembali mencetak prestasi di tingkat Jawa Barat (Jabar). Kali ini melalui perwakilan Perpustakaan Desa (Perpusdes) Subaca dengan raihan Juara II Lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Bidang Bina Perpustakaan dan Budaya Gemar Membaca Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Jawa Barat (Jabar) Dr. Hj. Oom Nurrohmah kepada Ketua Pengelola Perpustakaan Desa (Perpusdes) Subaca Ida Santika di Kantor Dispusipda Jabar di Bandung, Kamis (4/7/2019).

“Alhamdulilah, Perpusdes Subaca bisa menjadi juara 2. Tentu ini semua berkat kerjasama dan kontribusi dari berbagai pihak. Pengelola, pemerintah desa, kecamatan dan juga pendampingan dari Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bandung,” ungkap Ida Santika di Soreang, Jum’at (5/7/2019).

Perpusdes Subaca yang berlokasi di Desa Sukapura Kecamatan Kertasari itu mewakili Kabupaten Bandung, karena memiliki berbagai inovasi dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan budaya literasi masyarakatnya.

Selain koleksi buku, layanan internet, wi-fi dan mini home theater, Subaca menginisiasi penyediaan audio book (buku audial) untuk masyarakat Kecamatan Kertasari.

Audio book adalah rekaman pembacaan buku, sehingga menghasilkan arsip digital berupa mp3 atau format audio lainnya. Dengan format tersebut, masyarakat dapat menambah berbagai pengetahuan tanpa harus membaca buku.

“Audio book bisa juga kita sebut perpustakaan digital. Kami mendapatkannya dari pengadaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Sukapura. Begitu juga dengan buku, tersedia sekitar 3045 koleksi yang kami dapat dari hibah berbagai pihak,” ungkap Ida Sumanti.

Ia berharap ke depan audio book bisa diakses masyarakat dengan lebih mudah, dengan tidak hanya tersedia di Perpusdes saja. “Untuk ke depannya kami berharap dapat menyediakan audiobook ini di ruang-ruang terbuka publik. Seperti misalnya di taman buku yang ada di area wisata Situ Cisanti, jadi pengunjung tidak hanya berekreasi menghirup udara segar, tapi juga bisa sambil menambah pengetahuan,” katanya pula.

Untuk diketahui perpustakaan digital ini adalah sebuah terobosan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kertasari. Pemanfaatan ICT (Information and Communication Technology) menurutnya, bukan hanya milik masyarakat di perkotaan saja.

Masyarakat pedesaan setempat diberikan kesempatan mengenal teknologi informasi. Rencananya audio book ini akan ditempatkan di beberapa ruang terbuka publik, seperti halaman kantor kecamatan, desa, sekolah dan tempat wisata Situ Cisanti.

Selain sebagai media pembelajaran, perolehan informasi dan hiburan alternatif, tersedianya audio book akan memudahkan masyarakat dalam mengakses buku-buku yang secara fisik susah dijangkau.

Pemerintah Kecamatan Kertasari sudah mengintruksikan kepada pemerintah desa, agar mengalokasikan anggarannya untuk pengadaan audio book ini. Penganggaran juga dilakukan sekaligus untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah masyarakat, yaitu melalui program kejar paket B dan C.

Menyikapi raihan prestasi Subaca, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi terhadap inovasi literasi yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Kertasari. Bupati menilai, hal itu sesuai dengan salah satu misi Kabupaten Bandung.

“Saya sangat mengapresiasi inisiasi Pemerintah Kecamatan Kertasari dalam mendukung salah satu misi Kabupaten Bandung, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selamat atas raihan prestasi ini, dan saya berharap daerah lain juga turut memberikan kontribusi dalam pembangunan melalui inovasi dan ide-ide yang segar,” ungkapnya.

Ide segar, inovasi dan terobosan menurut Dadang Naser, akan mengakselerasi terwujudnya empat misi Kabupaten Bandung lainnya, yakni di bidang infrastruktur, ekonomi, tata kelola pemerintahan dan tentu saja pembangunan di bidang lingkungan.

“Saya imbau agar keberanian untuk melakukan terobosan ini juga ditiru, terutama jika dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Jangan takut melangkah apalagi gagal, lakukan dan berikan yang terbaik,” imbuh Dadang Naser.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Momentum Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, dimaknai Bupati Bandung H.
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, S.H, S.Ip, M.Ip meninjau dua titik desa terdampak bencana angin k