Semarakkan HUT RI, Pemkab Bandung Gelar Karnaval Kemerdekaan

Kamis, 22 Agustus 2019

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar Karnaval Kemerdekaan Sabilulungan di ruas Jalan Al-Fathu Soreang, Minggu (18/08/2019).

Tak hanya menampilkan parade kendaraan hias, karnaval kemerdekaan tahun ini juga dimeriahkan oleh penampilan 2.000 penari yang membawakan tarian kolosal ‘Cetak Cetok Kuminyar Sabilulungan’.

Disela-sela acara tersebut, Haini (41), seorang warga Kecamatan Banjaran mengaku antusias menyaksikan acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu.

“Tahun ini, saya datang bersama rombongan dari Banjaran. Sekitar pukul 9 pagi tadi kami sudah tiba di Jalan Al-Fathu,” ungkap Haini bersama keempat anaknya.

Menurutnya, karnaval tahun ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. “Biasanya kita hanya menyaksikan parade kendaraan hias, tapi tahun ini sangat berbeda, banyak atraksi dan pertunjukan yang disuguhkan. Semoga acara seperti ini selalu ada setiap tahunnya,” tambahnya.

Bupati Bandung H. Dadang M Naser, S.H, S.Ip., M.Ip menjelaskan, Karnaval Kemerdekaan Sabilulungan Kabupaten Bandung Tahun 2019 merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-74. Karnaval tersebut, kata Bupati, dimeriahkan oleh pertunjukan seni tradisional, pakaian adat tradisional dan parade kendaraan hias.

“Alhamdulillah, kegiatan karnaval ini mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata. Selain memberikan hiburan kepada masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kembali budaya lokal yang bisa menjadi daya tarik pariwisata,” jelas Bupati Bandung.

Untuk memeriahkan acara tersebut, Bupati Bandung beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenakan kostum tokoh-tokoh pewayangan, seperti Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula Sadewa, Gatotkaca dan Bhatara. Mereka tiba di tempat acara dengan menaiki traktor.

Menurutnya, kebudayaan suatu daerah harus tetap dilestarikan dan dikembangkan. Hal tersebut untuk mengantisipasi arus globalisasi yang suatu waktu dapat mengancam identitas bangsa dan negara.

“Kabupaten Bandung sendiri merupakan daerah yang berwawasan budaya, hal tersebut tertuang dalam visi Kabupaten Bandung, yakni Memantapkan Kabupaten Bandung yang maju, mandiri dan berdaya saing, berlandaskan kultural. Kultural disini memiliki arti bahwa nilai-nilai budaya sunda sudah melekat dan menjadi jati diri masyarakat Kabupaten Bandung,” tutur Dadang Naser.

Tak hanya itu, ia juga berharap acara ini dapat menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bandung.

“Jika budaya, kearifan dan tradisi masyarakat daerah dikemas dengan kreatif, saya yakin dapat menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Ini bisa menjadi potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya pula.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Drs. H. Agus Firman Zaeni, M.Si menjelaskan, selain sebagai acara pendukung Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) dan hiburan rakyat, juga untuk memperkenalkan kembali budaya lokal yang bisa menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan.

“Kita akan memperkenalkan kembali pada generasi muda atau kalangan milenial terkait budaya daerah dan kearifan lokal. Di era saat ini, jangan sampai teknologi dan modernisasi menggerus nilai budaya kita. Mengikuti perkembangan boleh saja, asalkan jangan kehilangan jati diri,” jelasnya.

Dirinya berharap momen Peringatan HUT RI, bukan hanya menjadi hiburan tahunan bagi masyarakat Kabupaten Bandung saja, namun juga menjadi daya tarik wisata tahunan bagi wisatawan yang ada di Bandung Raya, Jawa Barat bahkan wilayah lainnya.

“Saya harap event ini akan menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah, bukan saja lokal tapi juga mancanegara. Budaya, kearifan lokal dan tradisi masyarakat daerah yang dikemas dengan kreatif, akan melahirkan sesuatu yang menarik. Saya yakin hal ini akan menjadi salah satu modal pariwisata di Kabupaten Bandung,” pungkas Agus Firman.


Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Satuan Tugas (Satgas) penegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 Tahun 2017 tentang Kawasan
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ditegaskan bahwa setiap masyarakat m