Sekolah Adiwiyata Punya Masyarakat Binaan Kepala DLH ‘Semua Sekolah Harus Adiwiyata’

Kamis, 01 Maret 2018

Sebagai dukung program prioritas pembangunan pemerintah bidang lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung menyatakan agar semua sekolah harus adiwiyata.

Kepala DLH Asep Kusumah bersinergi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk melakukan percepatan terbentuknya sekolah-sekolah adiwiyata di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

“Sebagai kelanjutan dari program pemerintah di bidang lingkungan, kita dorong semua sekolah sebagai sekolah adiwiyata. Karena saat ini persoalan lingkungan menjadi pekerjaan paling berat dihadapi bersama. Untuk itu dari sekitar 2 ribu sekolah, hanya sekitar 6% yang adiwiyata, makanya kita harapkan melalui jalur pendidikan, persoalan lingkungan bisa tertangani,” ucapnya usai melakukan sosialisasi sekolah adiwiyata kepada para Pengawas, Kepala UPT Disdik, Kepala Gugus dan Disdik, yang digelar di Bale Riung Sawala Soreang, Rabu (28/2/2018).

Kemudian lanjut Kepala DLH, selain soal lingkungan, terbentuknya semua sekolah menjadi adiwiyata juga untuk percepatan program Kabupaten Bandung Bersih Sampah 2020, Bandung Sehat, serta sebagai penerapan secara masiv semua siswa peduli lingkungan.

“Nantinya semua sekolah adiwiyata, akan punya masyarakat binaan. Sekolah adiwiyata merupakan sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Jadi dengan adanya program adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah, dalam hal ini masyarakat agar dapat menyadari bahwa menjaga lingkungan sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan kita,” ungkap Asep Kusumah.

Asep menambahkan, adiwiyata merupakan program pemerintah untuk menjadikan sekolah yang asri, nyaman, hijau bagi peserta didik.

Program kerja ada empat komponen, yakni kebijakan yang berbasis lingkungan hidup, kurikulum berbasis lingkungan hidup, kegiatan partisipatif, acuan untuk menjadikan sekolah unggul.

“Kita tidak boleh berhenti berinovasi tentang lingkungan hidup, ke depan DLH juga berkolaborasi bersama Disdik dengan menghadirkan program Sandi Padu (Sanitasi Adiwiyata Terpadu)” tandasnya.

Ia berharap, soal lingkungan harus menjadi prioritas bersama. harus ada peran aktif dan partisipasi dari seluruh pihak, baik warga sekolah, orang tua dan masyarakat sekitar. Yang terpenting juga, ada rasa kepedulian sehingga menjadikan sekolah di Kabupaten Bandung yang nyaman dan kondusif dalam belajar mengajar.

“Serta dapat melahirkan anak-anak yang cerdas, baik dari karakter maupun kebiasaan dalam sadar lingkungan dan kearah perilaku positif," ujarnya.

Berdasarkan beberapa peninjauan DLH, tercatat ada 44 sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Bandung, 11 sekolah di tingkat Provinsi serta 2 sekolah adiwiyata mandiri tingkat nasional, yakni SMP Cimaung dan SMP Margaasih.

“Kita ajak juga para siswa untuk melakukan program LCO (Lubang Cerdas Organik) dan Satapok. Jika semuanya melakukan ini, Mulai dari penyampaian informasi, sosialisasi di tingkat yang lebih kecil juga mempraktekannya, mudah-mudahan semua bisa berbuat baik untuk lingkungan kita,” harap Asep Kusumah.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam menerapkan Program “Bandung 1000 Kampung”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung m
SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabup