Sekda ‘Realisasikan Visi dan Misi di Usia 377’

Senin, 23 April 2018

Setelah merayakan hari jadi Kabupaten Bandung ke – 377 dengan tema Mulang ka Indung, Nyaah ka Bandung, Bandung 1000 Kampung pada 20 April kemarin, Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.Ip., M.Ip yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung H. Sofian Nataprawira, MP menyampaikan, tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung harus mampu merealisasikan visi dan misi Kabupaten Bandung.

“Selain merealisasikan visi dan misi Kabupaten Bandung di usia ke 377, Pemkab Bandung juga akan terus berusaha untuk mewujudkan lima program prioritas pembangunan Kabupaten Bandung, yakni Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pemantapan infrastuktur, peningkatan ekonomi yang berdayansaing, ketahanan pangan, dan kualitas lingkungan ,” jelas Sekda saat menghadiri acara Soreang Festival di Bale Rame Sabilulungan Soreang, Jumat (20/4).

Sofian menjelaskan , pada tahun ini Kabupaten Bandung telah mengalami peningkatan khususnya dibidang infrastruktur. “ Dengan adanya Tol Soroja, Gedung Bale Rame, Science Center, dan Gedong Budaya Sabilulungan, saya merasakan infrastruktur di Kabupaten Bandung terus berkembang,” papar Sofian.

Selain itu, ia berharap di tahun 2018 ini masyarakat Kabupaten Bandung lebih sejahtera. “Pada tahun 2017 IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Bandung adalah kedua tertinggi se kabupaten dan kota di Jawa Barat dengan nilai 71, 28 poin. Angka ini meningkat 0,59 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun sekarang ini mudah-mudahan apa yang dicita-citakan dapat tercapai, dan yang terpenting masyarakat Kabupaten Bandung dapat lebih sejahtera lagi,” harap Sekda Kabupaten Bandung.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Drs. H. Agus Firman Zaini, M.Si memaparkan Soreang Festival merupakan kegiatan multi event. “Soreang Festival adalah rangkaian kegiatan hari jadi Kabupaten Bandung ke-377. Acara ini merupakan kegiatan multi event sebagai wujud sabilulungan dari berbagai macam profesi, pelaku usaha, komunitas, musisi serta budayawan,” papar Kadisparbud Kabupaten Bandung.

Agus juga menjelaskan acara Soreang Festival tersebut akan diramaikan oleh penampilan band lokal, tarian tradisional, dan sulap badut. “Selain pengisi acara, di Soreang Festival juga menghadirkan sajian kuliner dari seuhah holic yang terdiri dari 20 jenis jajanan pedas, bandros Bandoeng, awug, coffe corner, pasar tani murah, dan beberapa stand UKM (Usaha Kecil dan Menengah),” jelas Kadisparbud.

Selain itu, Soreang Festival juga menghadirkan beberapa stand layanan masyarakat, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Agus juga menambahkan, Soreang Festival tahun ini akan menyelenggarakan kontes Bonsai. “Kontes bonsai ini sangat banyak peminatnya, hal tersebut dapat terlihat dari peserta kontes yang berasal dari komunitas pecinta bonsai dari berbagai kota di Indonesia. Antara lain Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, kota Bandung, Subang, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Bogor, Tanggerang, Jakarta, Serang, Cilegon, Cilacap, Brebes, Tegal, dan Purwekerto. Untuk jumlah peserta sendiri sebanyak 348 pohon yang akan dibagi menjadi tiga kelas,” imbuh Kadisparbud.

Ia menambahkan, dengan diadakannya Soreang Festival ini mampu menjadikan Kabupaten Bandung sebagai daerah kreatif dan mandiri. “Soreang Festival akan dilaksanakan pada 20 – 22 April. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat meningkatkan kemitraan, membuka peluang usaha, dan mengangkat Kabupaten Bandung menjadi daerah kreatif dan mandiri,”pungkasnya.

Sumber : Press Release Kominfo Setda

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Rangkaian Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019, yang ditandai dengan Pataka Relay, kali ini be
Adanya sedimentasi dan penyempitan di bagian hilir Sungai Cilember di Kelurahan Melong dan Cimahi Te