Pemkab Bandung Siap Amankan Arus Mudik 2019

Minggu, 02 Juni 2019

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung kerahkan 300 personel untuk amankan arus mudik 2019. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung H. Zeis Zultaqawa, S.E, M.M pada acara Ngawangkong Bari Ngabuburit di Halaman Gedong Budaya Sabilulungan (GBS) Soreang, Rabu (29/5/2019).

“250 personel kita tempatkan di jalur-jalur lintasan mudik dan destinasi wisata, mengingat objek wisata di Kabupaten Bandung masih menjadi primadona para pemudik. Selain itu, kami juga menempatkan sebanyak 50 personel di terminal. Mereka ini nantinya akan bertugas mengatur dan mengendalikan arus lalu lintas serta melakukan penghitungan arus mudik,” jelas Zeis.

Dalam acara yang difasilitasi Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) tersebut, Zeis memaparkan, kondisi jalur mudik lintas utama Bandung – Nagreg yang menjadi salah-satu titik pantauan nasional dinilai siap dilalui pemudik.

“Tadi pagi kami mendampingi empat menteri yakni, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono untuk melakukan pemantauan jalur mudik sampai Limbangan. Alhamdulillah, mereka menilai secara fisik jalur mudik di Kabupaten Bandung siap dilalui pemudik,” papar Zeis.

Untuk jalur alternatif sendiri, dirinya tidak merekomendasikan pemudik melewati Kamojang. Ia menilai, kondisi jalan yang berbukit menjadi salah-satu faktor kecelakaan di jalur tersebut.

“Sebetulnya kami tidak merekomendasikan jalur Kamojang. Selain dari segi lintasan yang berbukit dan menanjak, serta jarak pandang yang pedek, kami menilai jalur ini belum layak dilintasi. Tapi faktanya, Kamojang tetap diminati pemudik baik nasional maupun lokal. Karena itu, kami siapkan petugas dan posko kesehatan disana, untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik,” imbuhnya.

Selain PAM lebaran, Zeis memaparkan pihaknya juga memiliki program keselamatan dan mudik gratis. Ia menjelaskan, pihaknya telah menyediakan 13 posko keselamatan yang tersebar di berbagai titik, diantaranya Ciburial, Kamojang dan Ciwidey.

“Guna mengantisipasi kecelakaan lalin (lalu lintas) saat arus mudik, kami juga menyediakan ramp check di Cileunyi dan gate Tol Soroja. Selain itu, kami juga menyediakan mobil derek di Ciwidey dan sejumlah bus pengganti untuk para pemudik,” papar Zeis.

Ia melanjutkan, guna menjaga keselamatan dan kelayakan bus, pihaknya menyediakan ramp check mobile dan telah melakukan pengecekan ke 10 pool bus di Kabupaten Bandung.

“Untuk hasilnya sendiri sebanyak 99 bus dinyatakan laik dan kami beri stiker. Pada pemeriksaan tersebut juga diketahui sebanyak 11 bus dinyatakan tidak laik beroperasi baik saat lebaran maupun hari biasa. Selain itu, kami juga menyiapkan bus pengganti bagi penumpang yang menaiki bus yang tidak laik jalan,” lanjutnya.

Untuk program mudik gratis, tambah kadishub, pihaknya sudah menyediakan tujuh bus yang terdiri dari bus besar, sedang dan elf dengan tujuan Semarang dan Solo.

“Program ini akan dilaksanakan tanggal 2 Juni mendatang yang insya Allah akan dilepas langsung oleh Bapak Bupati Dadang Naser. Dengan peminat yang banyak dan keterbatasan yang kami miliki, kami hanya memfasilitasi sebanyak 280 pemudik,” tambah kadishub.

Dengan mengusung jargon ‘Sasalaman’ yang dimiliki Dishub Kabupaten Bandung, lanjut Zeis, pihaknya akan berfokus pada pelayanan publik.

“Sasalaman ini merupakan pengertian dari Sabilulungan Salamet, Lancar, Aman tur Nyaman. Kondisi seperti itu yang menjadi pedoman kami dalam hal pelayanan publik,” lanjut Zeis.

Pada kesempatan tersebut, kadishub juga mengimbau agar pemudik senantiasa menjaga kesehatan dan tidak memaksakan berkendara, terutama pemudik dengan menggunakan roda dua. Selaian itu, dirinya juga meminta agar pemudik tetap disiplin dalam berlalu lintas.

“Masyarakat juga harus mengetahui puncak arus mudik. Diperkirakan H-4, hari H, H+1 merupakan puncak arus mudik. Untuk H+3 diperkirakan akan terjadi lonjakan dari tahun sebelumnya, karena waktu libur hanya tiga hari. Jadi kami mengimbau agar masyarakat menghindari jalur mudik pada waktu-waktu tersebut. Kami juga meminta kepada pemudik untuk berkendara dengan baik, sehingga pemudik bisa selamat dan dapat bertemu sanak saudara di kampung halaman,” tutup kadishub.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Momentum Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, dimaknai Bupati Bandung H.
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, S.H, S.Ip, M.Ip meninjau dua titik desa terdampak bencana angin k