Pemkab Bandung Lakukan Penguatan Forum Desa Siaga Aktif untuk Dukung Program FKBS’

Kamis, 02 Agustus 2018

Pembangunan kesehatan pada dasarnya bertujuan untuk menngkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk, agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi tingginya. Dalam upaya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menginisasi melaksanakan penguatan forum desa siaga aktif yang selanjutnya diintegarasikan untuk mendukung program-program Kabupaten Bandung Sehat. Hal tersebut diiungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung dr. Grace Mediana usai acara yang digelar di Aula kantor Dinkes di Soreang, Selasa (31/7/2018).

“Kita inisiasi penguatan forum desa siaga aktif untuk mendukung FKBS. Hari ini kita hadirkan para OPD (Organisasi Perangkat Daerah), 38 para Bidan Desa, 31 tenaga promosi kesehatan dari tiap kecamatan, dan perwakilan dari Tim Penggerak PKK. Dengan diintegrasikan peran masiing-masing dengan program Kabupaten Bandung Sehat tentu tujuan pembangunan kesehatan masyarakat Kabupaten Bandung bisa terwujud,” ungkapnya.

Dengan dilakukannya penguatan tadi kata Grace, masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya sendiri serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat di lingkungannya.

“Harapan ini dapat terwujud apabila masyarakat diberdayakan sepenuhnya melalui berbagai upaya, dimulai dengan keterbukaan masyarakat terhadap informasi kesehatan yang seluas-luasnya, adanya lingkungan yang menunjang dan kemudahan dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan,” ujar kepala Dinkes didampingi Kepala Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat dr. Rikmasari.

Dengan adanya Desa Siaga atau Kelurahan Siaga Aktif tambahnya, masyarakat menjadi sehat karena telah mudah mengakses pelayanan kesehatan dasar, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan dan mampu mengatasinya dengan mengembangkan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang ada di wilayahnya.

“Selain itu Dinkes juga terlibat dalam Tim Pembina Kabupaten Bandung Sehat bekerjasama dengan (FKBS) Forum Kabupaten Bandung Sehat di Kabupaten Bandung dalam mempersiapkan lokus penilaian pada Tahun 2019 untuk Klasifikasi Pembinaan 5-6 Tatanan dengan penghargaan Wistara,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS) Hj. Kurnia Agustina Dadang M. Naser mengungkapkan, acara penguatan desa siaga sehat yang diiniasiasi untuk mendukung Kabupaten Bandung Sehat ini bisa menghadirkan Forum Kecamatan Sehat dan Forum Desa Sehat, agar tujuan pembangunan kesehatan masyarakat bisa terintegrasi sejak dari skala terendah.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi program-program tatanan Bandung Sehat yang 6 tatanan ini, bisa terkondisikan dengan baik hingga menuju Wistara. Karena sampai saat ini masih timbul kendala teknis mengenai komunikasi intens baik dari pihak kecamatan maupun desa, yang harus segera diselesaikan, misalnya dalam hal penyampaian aspirasi pada Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan desa),” paparnya.

Menurut ibu yang biasa disapa Teh Nia ini, Musrenbang bisa dijadikan moment penting setiap element dalam menyampaikan rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, tak terkecuali dalam hal pembangunan derajat kesehatan masyarakat.
“ Moment musrenbangdes sangat berpotensi untuk penggalian sumber permasalah dan menghasilkan solusinya. Mudah-mudahan dengan diinisiasi dengan Dinkes melalui acara penguatan desa siaga ini bisa berdampak ke arah yang lebih baik dan percepatan menuju Wistara Kabupaten Bandung bisa tercapai,” harap Teh Nia.

Dia berharap juga, para pengambil kebijakan khususnya di kecamatan dan desa bisa memberikan dukungan semaksimal mungkin, karena kebutuhan untuk pembangunan kesehatan sudah teralokasikan anggarannya.

“Sedangkan untuk para aktifis desa siaga dan FKKS, ayo kita cari dan buatkan solusi agar targetan menciiptakan kondisi lingkungan yang bersih nyaman, aman dan sehat ini bisa tercapai, dengan tujuan menyadarkan masyarakat untuk mau bersama-sama mensukseskan Wistara Kabupaten Bandung. Saya yakin dengan banyak keterlibatan berbagai pihak baik dari akademisi, CSR, agnia, wirausaha, tokoh masyarakat, kelihatannya akan lebih cepat penyelesaiannya, karena mereka juga diuntungkan dengan situasi Bandung yang bersih nyaman aman dan sehat,” pungkasnya.

Sumber : Humas Kabupaten Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam rangka mencegah adanya pungutan liar (pungli), yang dilakukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebag
Dadang Naser: ‘Aplikasikan Zakat Produktif di Kabupaten Bandung’ Didirikann