Pemkab Apresiasi Insan Pendidikan

Jumat, 20 Desember 2019

Dalam mengapresiasi pelajar, tenaga pendidik dan masyarakat yang berprestasi dan peduli terhadap pembangunan bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar Anugerah Winaya Tahun 2019 di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS) Soreang, Selasa (17/12/2019).

“Anugrah ini diharapkan dapat memotivasi para siswa dan pihak sekolah untuk terus berinovasi sesuai dengan visi Pemkab Bandung, yakni maju, mandiri dan berdaya saing,” ungkap Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.I.P., M.IP di sela – sela kegiatan tersebut.

Tak hanya penganugerahan, pada kesempatan itu juga pihaknya me-launching program Sekolah Berbasis Sanitasi dan Adiwiyata Terpadu (Sandipadu). Ia juga menuturkan, kegiatan tersebut merupakan langkah Pemkab Bandung dalam menciptakan sekolah yang bersih, berwawasan lingkungan dan religius.

“Jika sekolahnya sudah bersih dan asri, makan akan memberikan rasa nyaman baik bagi pelajar maupun tenaga pendidik. Oleh karena itu, kami yakin program Sandipadu ini dapat turut meningkatkan prestasi para pelajar di Kabupaten Bandung. Selain itu, program ini juga dapat mendukung program pemerintah daerah lainnya, seperti Kabupaten Bandung Sehat dan Sekolah Ramah Anak” jelas Dadang.

Pada kesempatan itu juga mengemuka, pihaknya akan mengeluarkan regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) terkait pemberian Pekerjaan Rumah (PR) bagi pelajar di waktu libur.

“Ketika menjelang libur, saya berharap tidak ada guru yang memberikan PR bersifat akademik, namun guru bisa memberikan PR berbasis sosial ekonomi, seperti membantu pekerjaan orangtua, membaca situasi sosial bahkan menganalisa situasi lingkungan. Nantinya, guru bisa memintan para siswa ini untuk menceritakan kembali kegiatan liburnya seperti apa,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung DR. H. Juhana, M.MPd menjelaskan, Sandipadu merupakan program berbasis kebiasaan, bukan berbasis anggaran.

“Mungkin kelihatannya seperti program lingkungan, namun sanitasi merupakan salah satu hal penting dalam menunjang sarana belajar mengajar. Alhamdulillah, selama dua tahun berturut – turut juga Kabupaten Bandung meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata terbanyak di Jawa Barat. Ini berarti, penananman karakter kebersihan sejak bangku sekolah mulai berhasil,” paparnya.

Selain memberikan penghargaan kepada insan pendidikan, Anugerah Winaya juga memberikan penghargaan kepada Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadap anak – anak dan sekolah.

“Kami juga memberikan penghargaan kepada Save the Children dan Yayasan Peduli Care. Kurang lebih sudah tujuh tahun kami bekerja sama dalam membina serta mengembangkan model – model pembelajaran berbasis kesehatan,” terang Kepala Disdik.

Melalui acara tersebut, dirinya berharap pelayanan pendidikan di Kabupaten Bandung dapat terus meningkat.

“Tidak hanya aksebilitas, tetapi pelayanan mutu dan tata kelola manajemen harus terus dikembangkan. Sehingga sekolah betul – betul memberikan fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” harapnya.

Sementara menyikapi isu penghapusan Ujian Nasional (UN) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Juhana meminta masyarakat untuk tetap tenang.

“UN tidak dihapus, tapi digantikan dengan model assessment test. Berbeda dengan UN yang hanya menguji kemampuan akademik siswa, assessment test mempertimbangkan beberapa indikator, seperti pengamatan, portofolio, wawancara dan bagaimana siswa memecahkan suatu masalah. Pendidikan itu bersifat dinamis, ketika suatu metode dinilai kurang efektif, kita cari lagi metode yang lain. Mari kita sama – sama bandingkan, mana yang lebih baik antara UN dan assessment test,” pungkas Juhana.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Intensitas hujan deras yang cukup tinggi beberapa hari ke belakang, membuat sejumlah wilayah di Kabu
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung tengah menghitung dan mendata jumlah warga miskin, baik yang b