Mendongeng, cara Mengedukasi anak yang Efektif

Jumat, 25 Mei 2018

Tri Heru ‘Anak mewarnai, Ibu Membuat Kerajinan'

Anak memiliki kemampuan mengingat lebih baik dari pada orang dewasa.
Untuk itu dengan cara mendongengkannya, mereka akan cepat menyerap
informasi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan
Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung Tri Heru Setiati,SH,Sp.I saat
mendampingi anak-anak PAUD pada acara Lomba Mewarnai di Perpustakaan
Kabupaten Bandung, Kamis (24/5).

“Anak PAUD itu punya kecerdasan dan keunikannya sendiri. Mereka punya
daya ingat yang kuat, jadi kalau memberi edukasi, pelajaran, bisa
dengan cara mendongeng, berekspresi dan mengeksplor pengetahuan untuk
anak-anak,” ungkap Tri Heru didampingi Bunda Ida sang pendongeng.

Selain mengedukasi, mendongeng bisa juga digunakan dalam pembentukan
karakter anak yang disampaikan dengan cara yang unik, tambahnya.

“Ya selain mendongeng untuk edukasi, bisa juga untuk pembentukan
karakter anak, tapi tentu saja dengan cara yang unik dan menarik. Bisa
sambil bernyanyi, atau memakai alat peraga,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu bersamaan dengan lomba mewarnai yang diikuti 60
siswa TK dan PAUD ucapnya, dilaksanakan juga pelatihan keterampilan
bagi para orangtua yang mengantar anaknya mengikuti lomba.

“Disela menunggu anaknya lomba mewarnai, para bunda kita berikan
pelatihan membuat kerajinan tangan. Hari ini kita berikan keterampilan
membuat bunga dari sedotan plastik dan membuat media tanaman dari
botol plastik yang disebut pot kapiler,” ujar Tri Heru.

Pemberian keterampilan untuk para bunda lanjutnya, melibatkan pengurus
dari Taman Baca Masyarakat (TBM) Rumah Alif di Cileunyi yang juga
pegiat kampung Sabilulungan bersih (Saber).

“Kita hadirkan Ir.Neni Utami dari TBM Rumah alif Cileunyi untuk
memberikan keterampilan pada para bunda. Dengan memanfaatkan barang
bekas yakni botol, bu Neni menyebutkan keterampilan ini sebagai
keterampilan pot kapiler, tuturnya.

Tri Heru berharap, kegiatan semacam ini bisa terus dimanfaatkan dengan
baik dan menggunakan perpustakaan sebagai pusat berkegiatan
masyarakat.

“Bisa belajar bersama, menambah ilmu dan keterampilan juga
mencerdaskan anak. Ke depan beberapa program juga akan diadakan
tentunya unyuk meningkatkan SDM masyarakat Kabupaten Bandung,”
pungkasnya.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam rangka mencegah adanya pungutan liar (pungli), yang dilakukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebag
Dadang Naser: ‘Aplikasikan Zakat Produktif di Kabupaten Bandung’ Didirikann