KPMD Siap Fasilitasi Investasi Miliaran Rupiah

Jumat, 15 Februari 2008

Meskipun revisi terhadap Peraturan Presiden (Perpres) No. 67/2000 tentang pembangunan infrastruktur yang mengharuskan investor mengikuti tender di tingkat nasional belum keluar, namun KPMD Kab. Bandung siap memfasilitasi rencana investasi milaran rupiah tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala KPMD Kab. Bandung, Hj. Cucu Julaeha, M.Si. di Soreang, Kamis, setelah pihaknya melakukan launching investasi di Hotel Jayakarta, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Para investor baik dalam maupun luar negeri banyak yang menyatakan ketertarikannya.

Sejauh ini sudah tiga negara yang datang, ada pula yang menghubungi via telepon, di samping puluhan investor dalam negeri. Mereka menanyakan tindak lanjut jika melakukan investasi di Kab. Bandung.

Dari tiga negara, lanjut Cucu, dua di antaranya, yaitu Korea Selatan dan Cina tertarik untuk berinvestasi pada pengolahan air bersih dan IPAL.Karena ada Perpres No. 67 tersebut, keinginan mereka tidak bisa langsung kita setujui, sebab harus mengikuti tahapan tender di tingkat nasional.

Namun penjelasan-penjelasan sudah diberikan pada mereka dan hasil studi kelayakan mereka bawa untuk dipelajari.Kami di sini berharap agar perpres tersebut tidak menghambat investor berinvestasi di Kab. Bandung dan pemkab sendiri siap memfasilitasinya.

Ditambahkan Cucu, salah satu kendala yang membuat para investor tersebut ciut adalah masalah perizinan. Mereka berharap perizinan sudah dilakukan melalui satu pintu.

Tahapan perizinan ini tidak lama lagi akan dilakukan satu pintu karena hal ini mutlak dilakukan. Perizinan satu pintu merupakan awal ketertarikan investor datang ke Kab. Bandung.
Diakui Cucu, pada 2007 ada beberapa investor yang sudah siap berinvestasi, kemudian beralih ke daerah lain karena belum diberlakukannya perizinan satu pintu.
Investor tersebut akhirnya ke Subang, padahal perusahaan tersebut jika membuka di Kab. Bandung dapat menyerap tenaga kerja sekitar 5.000 orang.

Diungkapkan Cucu, selain dua negara tersebut, investor asal Arab Saudi berencana menanamkan modalnya pada pengembangan pasar tradisional.Dengan menggandeng pihak swasta, kita berharap pasar-pasar di Kab. Bandung bisa lebih bagus.

Seperti diketahui, investasi senilai Rp 3 triliun dari 23 jenis investasi di bidang industri dan pertanian diluncurkan Pemkab Bandung di Hotel Jayakarta, Jln. Hayam Wuruk Jakarta. Launching yang dilakukan Bupati Bandung, H. Obar Sobarna, S.I.P. tersebut termasuk menawarkan kawasan Kota Baru Tegalluar.
Sumber : Harian Umum Galamedia, Edisi Jum'at 15 Februari 2008
BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam menerapkan Program “Bandung 1000 Kampung”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung m
SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabup