Kantor Desa Harus Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat, 90% Sudah Baik

Senin, 27 November 2017

Sebagai sarana pendukung bagi terselenggaranya pemerintahan untuk masyarakat, menjadi sebuah keharusan dihadirkan ruang layanan yang representative.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH, S.Ip.,M.Ip mengungkapkan bahwa di era dinamika masyarakat saat ini, kantor desa harus dijadikan pusat kegiatan masyarakat, baik “Kantor desa yang representatif dihadirkan, sebagai penunjang semua aktivitas masyarakat.

Disana bisa digunakan untuk pelayanan publik, sarana penampung aspirasi masyarakat, wahana silaturahmi dan ajang tukar pikiran, sehingga masyarakat lebih cerdas,” ucapnya usai melakukan peresmian gedung kantor di 2 desa di Kecamatan Rancabali, Jumat (24/11).

Selain itu lanjutnya, dari berbagai aktivitas yang dilakukan masyarakat tentu saja akan berdampak kepada berjalannya pembangunan tingkat desa.

Artinya bukan saja sebagai sebuah tempat, tapi tambahya akan lahir perkembangan di masyarakat yang memacu inovasi, kreativitas juga penggalian potensi.

“Ini hanya sarananya, sasaran terpenting selain terlaksananya pelayanan bagi masyarakat, yang akan memicu pembangunan di desa itu sendiri, melalui pengembangan segala potensi yang ada di wilayah masing-masing, seperti kampung aren di Desa Cipelah Kecamatan Rancabali,” imbuh Bupati

Bupati menghimbau jajaran Camat untuk berupaya dalam mendorong pemberdayaan masyarakatnya dengan melibatkannya dengan program dari perangkat daerah, termasuk kata Dia, untuk disokong dari anggaranya dari dana desa.

“Kita harap dengan terbangunnya kantor yang memadai, segala aktivitas yang menunjang segala pertumbuhan bisa terwujud, seperti pertumbuhan SDM, ekonomi masyarakat, bidang pertanian dan pangan serta potensi lainnya yang juga bisa mendukung program pemerintah untuk masyarakat lebih sejahtera,” harapnya.

Menurut Bupati, saat ini hampir 90% pemerintah desa sudah meningkatkan kualitas maupun kapasitasnya dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.

“Hari ini saya meresmikan gedung kantor di 2 Desa, kantor desa cipelah, dan desa Sukaresmi. Luar biasa antusias masyarakat dan kreatifitas kepala desanya. Jika dilihat, kondisi jalan desa, ataupun gang yang ada di kampung-kampung sudah melakukan betonisasi. ini artinya dinamisasi pembangunan diberbagai desa di Kabupaten Bandung berjalan, seperti halnya di 2 desa ini,” ujar Bupati.

Di Kecamaan Rancabali, potensi untuk kampung tematik sudah terlihat ucap Bupati. Alam yang indah, air yang jernih, yang selain bisa dimanfaatkan masyarakat juga mendukung untuk pengembangan ikan koi di Desa Sukaresmi.

Selain itu, lanjut Bupati, tersebarnya perkebunan pohon aren, membuat wilayah Desa Cipelah diberi julukan Kampung Gula Aren oleh Bupati.

“Karena Kabupaten Bandung terdiri dari 16.000 kampung, artinya ada perkampungan yang harus kita tata dan kita bangun untuk kecamatan yang maju serta kabupaten Bandung yang lebih baik lagi, dengan potensi yang beragam, seperti juga hadirnya wisata baru Curug Tilu Cipelah” ujarnya.

Sementara usai peresmian ke dua, yakni di Desa Sukaresmi, Camat Rancabali Karyadi Raharjo A.Nugroho, Ap.,M.Si optimis, bahwa pembangunan infrastruktur di wilayahnya akan terdukung, jika ada keseriusan dan kerjasama pemerintah desa juga masyarakatnya.

Dia menguraikan, Desa Cipelah merupakan wilayah di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung yang mempunyai ketinggian sekitar ± 1.200 m diatas permukaan air laut dengan luas wilayah 1.947 Ha dengan Jumlah penduduk 8.922 Orang, dan mempunyai Potensi yang sangat melimpah salah satunya Gula Merah (Gula Bereum) yang berasal dari pohon Aren (Kawung ) yang tersebar di seluruh daerah di Desa Cipelah.

“Wilayah Rancabali memiliki potensi yang luar biasa. Saat ini pembangunan untuk mendukung segala aktivitas masyarakat hampir seluruhnya terwujud, seperti di Desa Cipelah dan Desa Sukaresmi hari ini,” terang Adi sapaan akrabnya.

Dia menandaskan, kegiatan yang difasilitasi ruang kantor dan gedung di desa bukan hanya pelayanan public, tapi lanjutnya, di Desa Cipelah misalnya, selain hadir kampung edukasi, ramah anak juga saat ini sedang diupayakan untuk terbangunnya kampung gula aren.

“Hari ini juga dilakukan penandatanganan MoU KWT Rosella sebagai IKM gula aren, dengan pihak transmart. Ini menunjukan bahwa perkembangan bidang pangan dan ekonomi sudah mulai menggeliat,” ucapnya.

Menurut Adi sesuai dengan program Kabupaten Bandung, dengan semangat Sabilulungan untuk menciptakan Bandung seribu kampung Dia berharap para Kepala Desa bisa mengimplementasikan kreativitas dan inovasi untuk menjadikan masyarakat Kabupaten Bandung lebih sejahtera.

“Pelaksanaan pembangunan desa harus benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat. Mengenai pengelolaan keuangan, Desa juga harus melaksanakan sinergitas antara lembaga-lembaga desa seperti LPMD, BPD juga unsur lainnya, sehingga pelaksanaan demi tercapainya akuntabilitas yang sesuai dengan harapan masyarakat, bisa tercapai,” pungkas Adi.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Rangkaian Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019, yang ditandai dengan Pataka Relay, kali ini be
Adanya sedimentasi dan penyempitan di bagian hilir Sungai Cilember di Kelurahan Melong dan Cimahi Te