Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani, Bupati Dorong Petani Sejahtera “UPT PPP Wilayah Pacet Terbaik Nasional”

Rabu, 28 Februari 2018

Sebagai salah satu pendukung keberhasilan terwujudnya program prioritas pembangunan, yakni untuk menjaga ketahanan pangan, bidang pertanian tentu saja sangat berkontribusi besar.

Hal itu disampaikan Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH, S.Ip.,M.Ip saat dikonfirmasi di rumah dinasnya di Soreang, Jumat (23/2/2018).

Bupati Bandung mengapresiasi keberhasilan Unit Pelayanan Teknis Pelaksana Program Penyuluhan (UPT PPP) wilayah Pacet, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung meraih penghargaan Abdi Bakti Tani atas prestasi dalam lomba pelayanan publik terbaik.

“Saya sangat mengapresiasi dan bangga kepada UPT PPP Wilayah Pacet. Pemberian penghargaan Abdi Bakti Tani diberikan kepada UKPP (Unit Kerja Pelayanan Publik) berprestasi bidang pertanian yang melaksanakan pelayanan prima yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur,” ucap Bupati Bandung.

Dia menegaskan, dibalik keberhasilan dan berbagai penghargaan yang diperoleh dari sektor pertanian tersebut, yang paling utama kita harus mendorong juga kesejahteraan petani di Kabupaten Bandung.

Karena tidak sedikit masyarakat yang berprofesi sebagai petani, menurutnya petani harus memiliki ketahanan kehidupan melebihi bidang-bidang lainnya.

“Jangan hanya berbicara prestasi, tapi kita juga harus mengupayakan Keberpihakan pada penghidupan petani yakni memikirkan subsidi, pengetahuan, teknologi dan lahan. Selain itu mari merubah pemikiran bahwa menjadi petani itu hebat, sehingga ke depan akan lahir petani muda yang berinovasi,” ungkapnya.

Pemberian penghargaan tersebut lanjutnya, merupakan langkah strategis dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memberikan stimulus atau motivasi, semangat perbaikan dan inovasi pelayanan serta mengetahui gambaran kinerja yang objektif dari unit pelayanan sektor pertanian.

“Ini hasil kerja bersama, tidak hanya Pemerintah Kabupaten Bandung saja tapi masyarakat juga sangat berperan atas keberhasilan ini. Dengan kualitas dan terpenuhinya sarana prasarana pelayanan publik sektor pertanian , pastinya akan turut mendukung meningkatnya pembangunan bidang pangan,” tegasya.

Lebih lanjut Bupati mengungkapkan harapannya, dengan diraihnya prestasi tersebut, pemerintah dan masyarakat bisa lebih bersinergis dan harmonis dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bandung, melaui 5 program prioritas pembangunan.

Yakni Sumber Daya Manusia (SDM), Infrastruktur, ekonomi, pangan dan pembangunan bidang lingkungan oleh seluruh Perangkat Daerah (PD), yang menurutnya selama ini dilaksanakan secara parsial.

“Semua harus sinergis, jangan parsial karena kewenangan masing-masing bisa dikolaborasikan untuk mendukung 5 program prioritas pembangunan. Salah satunya saya arahkan kepada satuan terkecil yakni pembangunan Bandung Seribu Kampung, termasuk dalam sektor pertanian,” harap Bupati Bandung.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran menjelaskan Penghargaan Abdi Bakti Tani diberikan kepada UKPP berprestasi bidang pertanian berupa piala, plakat, piagam dan piala kencana dengan penilaian berasal dari nilai kinerja pelayanan.

Dia menambahkan, Piala diberikan kepada UKPP yang meraih nilai kinerja pelayanan sangat baik.

Dengan poin 91-100, lalu plakat diberikan untuk nilai baik dengan poin 81-90 dan piagam diberikan untuk nilai yang cukup baik dengan poin 71-80 serta piala kencana diberikan kepada UKPP yang telah memperoleh piala Abdi Bakti Tani sebelumnya dengan kinerja pelayanan yang semakin meningkat.

“Untuk Kabupaten Bandung, berdasarkan verifikasi dan penilaian berkas serta pembinaan sekaligus kunjungan ke UKPP Bidang Pertanian, UPT PPP wilayah Pacet mendapatkan nilai 81,44 point kategori unit kerja pelayanan publik berprestasi penerima penghargaan plakat,” terangnya.

Tisna menambahkan, di Kabupaten Bandung terdapat 8 UPT PPP yang tersebar untuk memberikan informasi, wawasan dan pengetahuan mengenai pertanian, diantaranya Wilayah Pacet, Ciwidey, Soreang, Banjaran, Bojongsoang, Solokanjeruk, Cikancung, dan Cilengkrang.

Pada kesempatan itu lanjutnya, Penghargaan diserahkan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman kepada UPT PPP Wilayah Pacet.

Penghargaan diterima secara simbolis oleh Kepala UPT Wilayah Pacet Uhud Wastian di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementrian Pertanian, Jl. Harsono RM No 3 Ragunan Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2018).

Penghargaan yang diraih, pesan Tisna diharapkan bisa memotivasi kinerja para penyuluh sendiri untuk terus meningkatkan performanya.

“Kelebihan dari UPT PPP Pacet ucap Tisna, yakni memiliki standar pelayanan yang jelas pada masyarakat, yang didukung oleh 23 penyuluh yang terdiri dari 3 orang penyuluh pertanian, 3 orang penyuluh perternakan, 8 orang THL TBPP (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian) dan 7 orang THL TPPD (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Daerah," katanya.

Untuk Layanan UPT PPP Wilayah Pacet, lanjutnya meliputi Kecamatan Kertasari, Pacet dan Ciparay. Dengan penyuluh yang tersedia Tisna tetap akan mengoptimalkan layanan kepada masyarakat.

“Meski ada keterbatasan personil, kami akan tetap mengoptimalkan kinerja untuk masyarakat. Mudah-mudahan segala upaya yang kita lakukan akan berdampak positif , khususnya untuk perkembangnya pertanian di Kabupaten Bandung,” tutup Tisna.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam menerapkan Program “Bandung 1000 Kampung”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung m
SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabup