Januari 2019, Kasus DBD Cenderung Menurun

Selasa, 22 Januari 2019

Per Januari ini, sampai tanggal 21, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bandung tercatat mencapai 67 kasus. Sementara pada bulan yang sama di tahun 2018, DBD mencapai 189 kasus. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung drg. Grace Merdiana Purnami, M.Kes saat ditemui di ruangannya, Senin (21/01/2019).

“Sampai saat ini belum ada kenaikan yang signifikan. Akan tetapi sebagai langkah preventif, kami sudah membuat surat edaran ke kecamatan untuk mewaspadai DBD dengan cara PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan 4M (Mengubur, Menutup, Menguras dan Memantau),” jelas Grace.

Ia menyampaikan harus ada sosialisasi terkait fungsi fogging, pasalnya masih banyak masyarakat yang keliru dan memilih fogging sebagai cara mencegah terjadinya DBD.

“Fogging sendiri hanya untuk memberantas nyamuk dewasa, itupun harus ada KDRS (Kewaspadaan Dini Rumah Sakit). Setelah ada KDRS baru kita melaksanakan PE (Penyelidikan Epidemiologi), untuk memastikan apakah benar di daerah tersebut endemis DBD,” terangnya.

Dirinya bersyukur, tidak ada korban dalam kasus DBD bulan Januari tersebut. Namun demikian, ia mengimbau masyarakat untuk membersihkan tempat- tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban jiwa, mudah-mudahan kedepannya juga tidak ada. Untuk itu masyarakat diimbau untuk menyisir setiap sudut rumah yang biasanya terlewatkan, seperti di belakang lemari es, tatakan dispenser atau tempat lain yang dimungkinkan menjadi tempat bertelurnya nyamuk,” ungkap Kadinkes.

Grace juga menambahkan, guna membasmi nyamuk Aedes Aegypti masyarakat bisa melakukan PSN dan jentik seminggu sekali. PSN bisa dilakukan dengan cara memberikan larvasida pada tempat penampungan air, memeriksa tempat yang dapat menampung air, juga memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.

“Selain itu, menutup lubang pada pohon atau pagar, tidak membiasakan menggantung pakaian, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, menanam tanaman pengusir nyamuk, memakai lotion anti nyamuk serta gotong royong membersihkan lingkungan,” tambahnya pula.

Sementara itu, Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.Ip., M.Ip mengungkapkan, melalui kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung beberapa hari yang lalu, selain menjaga lingkungan juga dapat melindungi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari penyakit DBD.

“Selain untuk menjaga kebersihan, kegiatan jumsih juga dilakukan untuk penataan lingkungan dihalaman kantor perangkat daerah agar selalu terlihat rapih dan bersih. Jika lingkungannya sehat, kita yang bekerja juga Insyaallah akan sehat,” ungkap bupati.

Dadang juga mengimbau, ASN harus mempunyai kesadaran dalam menjaga lingkungan. “Contohkan prilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat. Karena semua pihak harus terlibat dan ikut berperan dalam menciptakan kebersihan, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada pencegahan penyakit DBD,” pungkas Bupati Bandung.


Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Momentum Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, dimaknai Bupati Bandung H.
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, S.H, S.Ip, M.Ip meninjau dua titik desa terdampak bencana angin k