Inseminasi Buatan Upaya Tekan Angka Impor

Kamis, 28 Desember 2017

Tingginya ketergantungan masyarakat Jawa Barat terhadap impor pangan khususnya daging sapi yang mencapai angka 80%, mendorong Pemkab Bandung melakukan berbagai upaya untuk menekan angka tersebut.

Salah satunya dengan melakukan inseminasi buatan (IB) pada sejumlah ternak yang ada di Kabupaten Bandung. Bupati Bandung H. Dadang M Naser, S.H., S.Ip., M.Ip. menyebut proses Inseminasi Buatan yang dilakukan pada bulan April lalu telah berhasil.

"Target ternak yang menjadi akseptor inseminasi buatan Kabupaten Bandung sebanyak 24.458 ekor. Sampai tanggal 26 Desember telah dilakukan inseminasi buatan sebanyak 23.159 ekor dengan kebuntingan 15.816 ekor dan kelahiran 6.899 ekor, ini akan menekan angka impor daging sapi," paparnya saat menghadiri kegiatan Panen Pedet Hasil Inseminasi Buatan di Lapang perkebunan teh Tanara Desa Banjarsari Pangalengan, Rabu (27/12).

Dengan demikian, lanjutnya, pencapaian target akseptor dan perlakuan IB adalah sebesar 94,7%, sementara target kebuntingan sebesar 70% dari jumlah akseptor tercapai sebesar 92,3%.

Dia menghimbau agar pemerintah pusat dan daerah turun tangan mengatasi ketergantungan terhadap impor sapi.

"Diperlukan keseriusan kita bersama untuk mendorong para petani kita agar lebih profesional lagi dalam bertani dan berternak. Salah satunya dengan mengirim para petani dan peternak pelatihan seperti ke Australia, selain itu diberikan penghargaan kepada peternak yang konsen dan fokus memperkuat bidang pembangunan pangan dan peternakan" jelas Bupati didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Dr. Hj. Dewi Sartika dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung H. A. Tisna Umaran, MP.

Selain itu Dadang M Naser juga menghimbau para peternak agar tidak menjual ternaknya keluar wilayah Kabupaten Bandung.

"Masih banyaknya peternak yang menjual hasil ternaknya yang dilatar belakangi oleh kebutuhan ekonomi, karena itu harus segera dibuat aturan tentang larangan menjual ternak keluar Kabupaten Bandung, adapun untuk himpitan ekonomi peternak bisa menggadaikan sertifikasi sapinya ke Bank untuk meminjam uang," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Dr. Hj. Dewi Sartika, M.Si. berterimakasih serta memberi apresiasi kepada Pemkab Bandung.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat berterimakasih dan memberi apresiasi kepada Pemkab Bandung, karena dari Kabupaten Bandunglah Jabar mendapat apresiasi tingkat nasional. Out put dari Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) adalah kebuntingan ternak sapi, dan kebuntingan sapi dari Jabar ini relatif tinggi," urai Dewi Sartika.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam menerapkan Program “Bandung 1000 Kampung”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung m
SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabup