Dukung KLA, Pemkab Gagas  Warnet Sehat

Kamis, 05 April 2018

Mendukung Kabupaten Bandung layak anak (KLA), Pemerintah konsen pada program dan kegiatan yang berpihak pada pemenuhan hak anak, salah satunya gagasan untuk warnet sehat. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (P2TP2A) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser mengungkapkan dorongan untuk menciptakan warnet sehat khususnya untuk anak-anak.

“Kita dukung KLA salah satunya melalui terbentuknya warnet sehat. Kita antisipasi kecenderungan informasi negatif, tontonan yang tidak layak, aktivitas dan perilaku menyimpang yang diakibatkan atau dampak dari hadirnya warnet kebanyakan. Para pengusaha warnet itu harusnya punya asosiasi, mereka harus diberikan pemahaman-pemahaman mengenai warnet sehat,” ungkap ibu yang biasa disapa Teh Nia itu usai Pelatihan Aparatur Satuan Polisi Pamong Praja di Bidang I.T Menuju Warnet Ramah Anak Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2018, yang digelar di Gedung Ormas di Soreang, Rabu (4/4).

Hadirnya warnet sehat ini, ujar Teh Nia harus memberikan dampak edukasi. Dirinya mengaku prihatin atas beberapa kasus kriminal yang terjadi pada anak dan dilakukan juga oleh anak-anak. Tentu saja menurutnya, arus informasi melalui internet begitu cepat, sehingga bisa mempengaruhi pola pikir bahkan perilaku anak-anak kita.

“Saya selaku ketua P2TP2A, pasti merasa prihatin terhadap nasib anak bangsa khususnya yang ada di Kabupaten Bandung. kita coba buka lagi SDM yang kita miliki, dari kisaran 1,2 juta jiwa jumlah anak di Kabupaten Bandung, seberapa banyak yang penggunan gadget aktif? Dan kebanyakan saat ini mereka sudah kecanduan gadget. Mereka tidak bisa pindah ke lain hati, kebanyakan bermain game, medsos, selfie, dan menghabiskan waktu sebesar-besarnya di warnet untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,” ungkapnya.

Dia menekankan agar para pengusaha warnet punya asosiasi tersendiri, untuk menentukan standar usaha warnet agar tidak berdampak negative kepada konsumennya. “Pengusaha-pengusaha warnet ini punya asosiasi, agar kami bisa dengan mudah menyampaikan informasi-informasi, bahkan nantinya ada standar warnet. Yang dikatakan ekonomis itu yang seperti apa? Karna tidak semua warnet yang ada bisa bernilai ekonomis, “cetusnya.

Menurut ketua P2TP2A itu, hadirnya warnet sehat merupakan inovasi yang harus mendapakan apresiasi. Karena zaman sekarang, arus informasi sangat mudah diakses apalagi untuk anak-anak yang menggunakan gawai (smartphone). Selain pengawasan dari aparat untuk menyisir warnet yang tersebar, peran orangtua adalah yang paling utama, untuk lebih mengawasi penggunaan smartphone anak-anak.

Keberadaan warnet ini, kalau dulu disebut salah satu pembawa mushibah ungkapnya.,Saat ini, dia mengajak agar terjadi perubahandalam keberadaan warnet, sebagai pembawa berkah. “Karena banyak motivasi, inpirasi yang didapat dari internet. Kenapa tidak itu yang digeluti? Kalau memang anak-anak sekarang bermain games, kenapa tidak jadi pembuat games yang mengedukasi, bukankah skrg jamannya selfi? Selfi2 sedikit, viral di like,” imbuhnya.
Karenanya hanya memberikan penekanan betapa pentingnya hal ini ujar Teh Nia, sudah saat nya kita mengkordinir dan mengantisipasi keberadaan internet dengan sebaik-baiknya. Dengan jaringan yang sangat luas, jika kita tidak bisa bijak menggunakannya, bisa jadi paranoid.

“Kita ingin mewujudkan warnet sehat, selain sehat juga harus bermanfaat. Ini baru langkah awal. Mudah-mudahan dengan kerjasama kita disini, dari perlindungan anak hadir memberikan data real anak-anak yang terpapar gadget dan sebagainya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Usma Sayogi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penyisiran ke beberapa warnet, sekaligus memberi imbauan kepada pengelola warnet. Bekerjasama dengan beberapa pihak.

“Kami sudah menyisir ke beberapa warnet, melakukan pemantauan warnet sehat dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan harapan atau semacan tekanan agar para pengelola warnet ini ikut memerangi pornografi, mendesain bilik warnet terbuka, yang dikhawatirkan bisa memicu terbukanya konten tidak sehat atau terjadi tindakan asusila. Contohnya mengakses film atau situs porno juga harus di pengelola harus memblokir situsnya,” papar Usman.

Kemudian dia berharap agar pengelola warnet juga bisa, membina dan mengarahkan pengunjung yang masih anak-anak untuk menggunakan internet sesuai dengan koridor pendidikan. “ Ini harus menjadi perhatian dan pekerjaan bersama. Jangan ada pemikiran kekurangan pelanggan karena warnetnya berubah jadi warnet sehat. Justru kita harus ambil peran untuk berkontribusi, dalam upaya mendukung Kabupaten Bandung yang layak anak,” harapnya.

Sumber : Press Release Kominfo Setda

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Keikutsertaan Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari dalam lomba desa tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar
Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya kontrak pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSU