Bupati Terus Pantau Pelaksanaan PSBB

Senin, 27 April 2020

Guna mengoptimalkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial di Kabupaten Bandung, Bupati Bandung H.Dadang M Naser terus memantau dan mengevaluasi jajarannya agar dapat menurunkan kepadatan di area perbatasan wilayahnya dengan kabupaten/kota lain.

Hal itu mengemuka saat Bupati Dadang Naser beserta timnya, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Bandung menyimak arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui video conference (vidcon) di rumah jabatan bupati, Soreang, Sabtu (25/04/2020).

Pada kegiatan tersebut mengemuka pula definisi dari kesuksesan pelaksanaan PSBB dapat dilihat dari turunnya kepadatan dari pergerakan kendaraan dan manusia hingga 30 persen.

"Salah satu indikator kesuksesan PSBB ini adalah tidak ada lagi warga yang positif corona. Dari pelaksanaan ini nantinya juga akan menghasilkan peta sebaran covid-19 di Kabupaten Bandung untuk segera kita atasi," ungkap Bupati Dadang Naser.


Bupati menjelaskan dari awal penerapan PSBB di wilayahnya 22 April lalu, selama empat hari pelaksanaanya terpantau adanya penurunan kepadatan dari pergerakan orang melalui kendaraan. Hal itu kata bupati ditandai dengan lancarnya arus lalu lintas di beberapa wilayah.

"Namun, masih ada penumpukan kendaraan di sejumlah titik. Oleh karenanya, kami akan terus menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat. Warga harus tahu, suksesnya PSBB salah satu kuncinya adalah kedisiplinan mereka,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya menyampaikan usulan kepada Pemprov Jabar untuk bisa menambah satu titik check point lagi di Kecamatan Margaasih. Pasalnya, wilayah tersebut dapat menjadi jalan alternatif dari Jakarta menuju Kabupaten Bandung.

“Kita sudah ada 17 titik check point, tapi harus ditambah satu titik lagi di wilayah Margaasih. Karena di wilayah ini telah terjadi loncatan positif covid-19," terang Dadang Naser.

Sementara untuk mengantisipasi adanya pemudik, lanjut bupati, pihaknya telah menyediakan 6.000 rapid test kit yang akan disebar ke puskesmas di Kabupaten Bandung.

“Jika tetap ada masyarakat yang mudik ke Kabupaten Bandung, kami telah menyediakan 6.000 alat tes. Ini merupakan langkah preventif guna memutus mata rantai penyebaran virus corona,” tambahnya.

Sementara itu, Ridwan Kamil mengatakan untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan PSBB di Jawa Barat, dirinya meminta petugas di setiap check point untuk tegas dalam menegakkan aturan. Hal itu bertujuan agar masyarakat tidak melakukan pergerakan antar wilayah.

“Selain penguatan pembatasan antar wilayah, PSBB juga harus dilakukan secara satu arah. Dengan begitu, pergerakan laju kendaraan dan masyarakat dapat ditekan.” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, indikator keberhasilan PSBB lainnya adalah ditemukannya peta sebaran covid-19 melalui tes masif.

“Kami memprediksi masih ada penambahan kasus positif, namun jumlah penambahannya berkurang sebelum diberlakukannya PSBB. Sebetulnya, PSBB di 14 hari pertama belum 100 persen memutus mata rantai. Butuh kurang lebih satu bulan untuk menurunkan rasionya,” pungkas Gubernur Jabar.


Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Bandung, member
Penyebaran virus corona telah menjadi masalah serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Ber