Bupati Cup 2019, Ajang Gali Atlit Berpotensi

Senin, 08 April 2019

Turnamen Bulutangkis Bupati Cup 2019 telah berakhir. Kejuaraan yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 April di Gedung Olahraga Sabilulungan Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin tersebut, secara resmi ditutup Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, Sabtu (6/4/2019).

“Saya ucapkan terimakasih kepada para peserta, orangtua dan jajaran panitia penyelenggara atas hadirnya Bupati Cup. Ini merupakan ajang yang tepat untuk menggali atlit-atlit berpotensi,” ucap Bupati Dadang Naser dalam sambutannya.

Klub-klub yang banyak bertebaran di tiap daerah harus terus mengevaluasi, melatih dan meningkatkan fisik maupun teknik para anggotanya sejak usia dini. Dadang menilai, skill orang Indonesia dalam olahraga bulutangkis sangat diperhitungkan dunia.

“Di cabang bulu tangkis, Indonesia sudah kelas dunia. Kita beberapa kali juara di All England, Olimpiade dan juga membanggakan bangsa di event lainnya. Orang Indonesia kalau sudah bawa raket ke Eropa, itu betul-betul diperhitungkan,” seru Dadang bersemangat.

Para orangtua yang anaknya telah memilih cabang bulutangkis, patut berbahagia. Pasalnya sarana untuk cabang ini, mudah ditemukan dimanapun.

Ia mengimbau kepada pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Bandung, agar tidak hanya menyelenggarakan turnamen tahunan saja.

“Klub-klub yang ada punya peran melatih fisik dan teknik bermain, sedangkan turnamen dan kompetisi mendidik mental bertanding dan sportivitas. Jadi upayakan jangan hanya setahun sekali, silakan evaluasi juga untuk menyelenggarakan eksibisi ataupun pertandingan antar klub. Buat edaran resmi agar yang daftar kualitasnya bagus, jadi bukan budak asal ngesang (anak yang asal berkeringat),” pungkasnya setengah berkelakar.

Sementara itu Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PBSI Kabupaten Bandung Achmad Kosasih menerangkan, turnamen yang telah memasuki tahun keempat tersebut, mempertandingkan beberapa kategori.

Achmad menyebut diantaranya Pra-Tunggal Usia Dini Putra / Pra-TUDA (6-8 thn), Tunggal Usia Dini Putra-Putri / TUDA-TUDI (8-10 thn), Tunggal Anak Putra-Putri / TAPA-TAPI (10-12 thn), serta Tunggal Pemula Putra-Putri / TPA-TPI (12-14 thn).

“Juara 1 Kategori Pra-TUDA diraih Zhalem Zulian, diikuti Eki Ramadan sebagai runner-up, keduanya merupakan binaan dari Klub PB Pangkas. Sedangkan Juara 3 bersama diraih Vandu Robby dari PB Pasundan dan Nathan dari PB Pangkas. Saya sebagai pengurus, sangat terkesan melihat kelincahan atlit-atlit cilik ini, semangat dan mental bertandingnya luar biasa,” puji Achmad.

Untuk kategori lainnya disebut berurutan mulai Juara 1 sampai Juara 3 bersama. Kategori TUDA diraih Wildansyah (Setara Bintang), M. Salman Ibrahim (Pangkas), Albania Noor H. (Pangkas) dan Nico Ardhani S. (Pasundan). TUDI diraih Ghaiza Syahla K (Pangkas), Gessya Putri Nurjanah (Setara Bintang), Alna (RSD) dan Valencia Xaviera (Kurniawan).

Kategori TAPA direbut oleh Satria Aji Putra (Pasundan), Dimas Ahmad (SBU Majalaya), Naufal (Pangkas) dan Dzikri Shibgotulloh (Baleendah). TAPI dimenangkan oleh Elvira (SBU), Aulia Safitri (Baleendah), Aurelia Puspamaya (SBU) dan Jesica Triyanti (Pasundan).

TPA dijuarai oleh Cheva M. Ryan (Setara Bintang), Rangga Kurnia (SBU), Krisna (SBU) dan Firmansyah (SBU). Kategori terakhir yaitu TPA diraih Meuthia Salsa D. (Pangkas), Putri Yasmin F. (Pangkas), Josephine Avelina (SBU) dan Chintya Amalia (Baleendah).

“Para juara berhak atas medali, uang pembinaan sebesar Rp. 700 ribu (Juara 1), Rp. 500 ribu (Juara 2) dan Rp. 300 ribu (Juara 3), serta tas sekolah dan perangkat bulutangkis. Selain itu Bupati Cup juga mempertandingkan kategori dewasa beregu ganda putra (5 pasang) antar kecamatan se-Kabupaten Bandung,” urai Achmad.

Untuk kategori dewasa beregu ganda putra dimenangkan Kecamatan Majalaya (Juara 1), Paseh (Juara 2), Ciparay dan Soreang (Juara 3). “Para juara untuk kategori ini berhak atas tropi dan uang pembinaan sebesar Rp. 5 juta (Juara 1), Rp. 3 juta (Juara 2) dan Rp. 1,5 juta (Juara 3),” tutup Achmad Kosasih dalam keterangannya.

Sumber: Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam menerapkan Program “Bandung 1000 Kampung”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung m
SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabup