50 SLRT Kabupaten/Kota Se Indonesia Kunjungi Kabupaten Bandung

Selasa, 12 Desember 2017

SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) Kabupaten Bandung menjadi lokasi kunjungan kerja bagi 50 SLRT Kabupaten/ Kota Se Indonesia, yang diterima di Bale Sawala Soreang, Kamis (7/12).

Ketua Rombongan / Kasubdit Pekerja Sosial dan Pekerja Sosial Masyarakat Kementriant Sosial RI Afrizon Tanjung mengatakan, dipilihnya Kabupaten Bandung sebagai lokasi pembelajaran, karena dianggap sudah berkembang pesat baik dari segi regulasi, sarana, dan lainnya.

“Dipilihnya Kabupaten Bandung sebagai tujuan kunjungan kerja kali ini, kami mengumpulkan teman-teman SLRT dari 50 Kabupaten / Kota se Indonesia. Kami ingin melihat langsung bagaimana kinerja SLRT Sabilulungan di Kabupaten Bandung di lapangan serta segala sarana prasarana pendukung lainnya. Karena memang kita melihat SLRT di sini sangat maju pesat, Jadi SLRT Sabilulungan adalah malaikat kami di Kemensos,” ungkap Afrizon.

Tujuan lain kata dia, yakni untuk mensiarkan betapa pentingnya SLRT dalam layanan masyarakat luas, terutama pada masyarakat yang kurang beruntung.

Selain itu lanjutnya, dalam kedatangan dia beserta rombongan yang terdiri dari Supervisor dan Fasilitator itu, akan dipelajari juga bagaimana SLRT Sabilulungan di Kabupaten Bandung ini bisa menjangkau masyarakat yang kurang beruntung, dengan adanya fasilitator tingkat desa.

“Kami ingin mengetahui juga secara detail, apa saja yang dilakukan fasilitator, apalagi sudah tersedia juga di tingkat desa, yang memang sangat dekat dengan masyarakat langsung. Masyarakat BDT yang sudah beruntung harusnya keluar dari data BDT, dan itu selama ini masih menjadi permasalahan, termasuk pengelolaan data yang terbaru,” imbuhnya.

Dari SLRT 50 kab / kota tersebut tambahnya, dia berharap agar semua fasilitator mendapat pengetahuan, pelajaran, juga pengalaman berarti.

“Kita harapkan semua akan mempelajari mulai dari regulasi, peningkatan kapasitas SDM, penambahan sarana juga integrase dan tindakan teknis yang dilakukan semua pihak untuk penanganan masalah kesenjangan sosial, termasuk campur tangan CSR pihak swasta,” kata Afrizon.

Menanggapi hal itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat H.Marlan, S.Ip.,M.Si mengungkapkan, sampai saat ini SLRT Sabilulungan Kabupaten Bandung dan Dinas Sosial telah berpartisipasi aktif dalam melaksanakan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat miskin, penguatan kelembagaan sosial ekonomi masyarakat, serta melaksanakan percepatan Pembangunan daerah tertinggal.

“Banyaknya kasus keluarga miskin yang tidak mendapatkan layanan perlindungan sosial secara komprehensif, juga terabaikannya proses penyelesaian penanganan masalah yang beragam, maka untuk mengatasi berbagai kesenjangan, SLRT hadir sebagai layanan kemiskinan satu pintu," ucap Marlan didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Dra. Hj. Nina Setiana.,M.Si.

Di dalam SLRT lanjutnya, terjalin integrasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), hingga dukungan penuh dari Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH. S.Ip. M.Ip.

Menurutnya untuk mewujudkan penanganan kemiskinan, SLRT bisa dijadikan wadah yang mengintegrasikan beragam kebijakan juga program layanan secara komprehensif, efektif, dan efisien.

“SLRT Sabilulungan terlahir dari komitmen Pemda yang didukung semua elemen, baik OPD yang menangani program kemiskinan, dunia usaha, kemudian lembaga sosial masyarakat. Saat ini sudah terdukung sarana kantor, 1 unit kendaraan operasional dan 1 unit ambulan. Kita harapkan ke depan, selain menambah sarana, kekuatan kapasitas SDM fasilitator juga intensifnya akan bertambah agar pelayanan semakin maksimal,” tandasnya.

Keberhasilan SLRT Sabilulungan ini, tambahnya, juga berkat gerak langkah progresif Dinas Sosial terutama Kepala Dinas dan Manager SLRT Nia Nindhiawati bersama seluruh fasilitator.

“SLRT Sabilulungan, maju pesat dan progresif juga karena peran Kepala Dinsos Nina Setiana juga Manajer SLRT yang responsive terhadap segala permasalahan, untuk membantu mendekatkan akses pelayanan bagi masyarakat miskin dan meningkatkan peran potensi serta sumber Kesejahteraan Sosial (Kesos),” pungkas Marlan.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam menerapkan Program “Bandung 1000 Kampung”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung m
SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabup