168.246 KPM Terima BPNT

Selasa, 15 Mei 2018

Sebanyak 168.246 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) se Kabupaten Bandung menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). BPNT tersebut merupakan transformasi dari bantuan beras sejahtera (Rastra) yang sebelumnya digulirkan Pemerintah. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Ir. H.Sofian Nataprawira,MP usai melaunching BPNT di Kantor Desa Cibodas Kecamatan Kutawaringin, Senin (14/5). Sekda menegaskan pelaksanaan penyaluran BPNT di Kabupaten Bandung harus berjalan dengan baik, dikawal para Camat dan Perangkat Daerah dan Desa. Sehingga lanjutnya akan tercapai indikator 6 T, yakni tepat sasaran, tepat harga, tepat jumlah, mutu, tepat waku dan tepat administrasi. “Berdasarkan pendataan jumlah KPM Tahun 2017, sebanyak 168.246 KPM menerima BPNT. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan data KPM Tahun 2016, yakni sebanyak 186.240 KPM. Hal ini menunjukkan masyarakat Kabupaten Bandung secara perlahan telah keluar dari kemiskinan,” ungkapnya. Lebih lanjut dirinya mengatakan dalam pendistribusian BPNT, petugas jangan sampah membuat kesalahan. Hal itu menurut Sekda seringkali terjadi ketika ada harga murah, penyalurannya tidak tepat sasaran. “Orang yang tidak berhak jangan sampai mendapatkan rastra, jangan ada pemikiran asal lancer dalam penyetoran ke Bulog. Ini harus lebih dicermati terkait validasi data masyarakat yang membutuhkan,” ucap Sekda. Pada kesempatan itu pula, dia berpesan agar petugas selalu memberikan pemahaman yang benar dan jelas kepada masyarakat, tentang tata cara bertransaksi menggunakan kartu penarikan bantuan dari agen, tata cara pengaduan apabila menemui kesulitan atau hambatan saat KPM ingin mengambil bantuan, yang saat ini baru tersedia beras dan telur. “Dengan diberlakukannya BPNT ini, KPM bisa menerima bantuan secara utuh, menggunakan secukupnya dan semoga bisa mulai berlatih untuk menabung, tidak konsumtif,”harapnya. Menambahkan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Dra. Hj. Nina Setiana.,M.Si menerangkan, Kartu BPNT yang diterima para KPM tersebut, dapat dibelanjakan beras dan telur yang bisa didapatkan di BUMDes setempat atau di warung-warung yang telah ditunjuk. “Untuk mengurangi beban masayarakat, program Rastra bertransformasi menjadi BPNT. Bantuan ini diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, khusunya untuk mendorong inklusi ekonomi. Dengan non tunai, lebih utuh, transparan, efektif dan lebih aman,” imbuh Nina. Dia menuturkan pada tanggal 20 setiap bulannya, KPM akan ditransfer sebesar Rp.110.000/ KK melalui salah satu perbankan yang ditunjuk pemerintah, yakni bank BNI. Penyaluran BPNT akan dilakukan secara bertahap, yang nantinya bisa ditukarkan dengan komoditi beras dan telur, di kios atau E-Waroeng yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bandung. BPNT lanjut Nina, bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Sehingga selain terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat, juga kebutuhan gizi juga tercukupi. Melalui hadirnya puskesos, Nina berharap, pelaksanaan penaluran BPNT akan berindikasi pada 6 T yang diucapkan Sekda. Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat (Jabar) Drs. Tatang Subarna mengungkapkan, BPNT di Jabar sudah dilakukan di 9 Kabupaten/ Kota secara bertahap dan berjalan lancar. “Pelaksanaan BPNT jabar sudah dilakukan di 9 daerah, tahun 2018 ini kita lakukan secara bertahap dan akan terus dilanjutkan ke seluruh daerah di Jabar, yakni 27 Kabupaten/ Kota. Ini adalah perubahan pola dari subsidi Rastra yang asalnya hanya beras 15 kg untuk 12 bulan/ KK dengan harga tebus Rp.1.600,-/bulan,” ujar Tatang. Menurutnya data KPM yang menerima bantuna di Kabupaten Bandung memang mengalami penurunan. Namun tetap berada di angka terbesar kedua setelah Kabupaten Bogor. Dia mengutarakan, BPNT Kabupaten Bandung merupakan tahap 1, tetapi beberapa kali menglami kemunduran dari jadwal yang seharusnya yakni pada bulan Februari lalu. Pada kesempatan itu pula, diberikan BPNT kepada 300 KPM Desa Cibodas Kecamatan Kutawaringin, juga pemberian BPJS. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Bandung Ir.H.Anang Susanto.,M.Si, Pimpinan Cabang Bank BNI Majalaya M.Fardian Harbani, Ka Bulog Divre Bandung Rasiwan, Kadislog Lanud Sulaiman Letkol Dwi Yunanto, Camat Kutawaringin Drs. Cep Aziz Sukandar.,M.Si, Kepala Desa Cibodas Hj.Lilih Solihat, Apdesi, Para kader PKK dan Puskesos. Sumber : Press Release Kominfo Setda

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Rencana reaktivasi jalur kereta api ke Ciwidey, oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar
“September adalah bulan membaca dan tanggal 14 merupakan hari kunjungan perpustakaan, ayo data