10 Program Pokok PKK, Berkontribusi pada IPM Kabupaten Bandung

Kamis, 26 Juli 2018

10 Program Pemberdayaan kesejahteraan Keluarga (PKK) sangat berkontribusi pada Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) di Kabupaten Bandung. Hal itu diungkapkan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser,SH, S.Ip.,M.Si usai peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK di Gedung Moch. Toha Soreang, Rabu (25/7).

Bupati menjelaskan, Gerakan PKK adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, yang pengelolaannya dari, oleh, dan untuk masyarakat demi terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.

Lebih lanjut dia mengatakan, sampai saat ini PKK terbukti sangat berkontribusi terhadap Indeks Pembangunan Masyarakat IPM) di Kabupaten Bandung. Pada tahun 2017 lanjutnya, IPM mencapai 71,28 point yakni kontribusi dari indeks pendidikan 63,94 point, indeks kesehatan 81,74 point dan indeks daya beli 69,29 point.

“IPM 2017 ini, meningkat 0,59 point dari pada tahun 2016 sebesar 70,69 point. Hal ini memang tidak terlepas dari terlaksananya 10 program pokok PKK yang secara sinergis berkontribusi untuk masyarakat,” ungkap Bupati Bandung.

Sementara lanjutnya, dibidang ekonomi, kinerja perekonomian kabupaten bandung pada tahun 2017 digambarkan oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang meningkat sebesar 2,11%, dibandingkan tahun 2016. PDRB Kabupaten Bandung atas dasar harga berlaku pada tahun 2017 meningkat atau tumbuh sebesar 2,06% dari tahun 2016.

“Sedangkan dibidang kesehatan, tujuan pembangunan manusia di bidang kesehatan kan untuk mencapai umur panjang yang sehat, makanya dari beberapa indikator yang mencerminkan capaian tingkat derajat kesehatan meliputi AHH (Angka Harapan Hidup) saat dilahirkan, AKB (Angka Kematian Bayi), AKK (angka kematian kasar), dan status gizi, ditetapkan angka harapan hidup sebagai acuan untuk mengukur kemajuan pembangunan manusia.

“Tahun 2017 AHH Kabupaten Bandung mencapai 73,13 tahun, artinya perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur adalah selama ±72-73 tahun. Angka ini meningkat 03, point dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencapai 73,10 tahun,” imbuhnya.

Kemudian dibidang pendidikan, pada tahun 2017 persentase harapan lama sekolah di Kabupaten Bandung mencapai 12,71, angka ini naik 0,29 point dari tahun 2016 yang mencapai 12,42. Selanjutnya untuk rata - rata lama sekolah (RLS) pada tahun 2017 mencapai 8,59 tahun.

“Ini artinya bahwa penduduk Kabupaten Bandung, pada tahun 2017 naik 0,9 point dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 8,50 tahun, ujar Bupati.

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ini ujar Bupati, hendaknya bukan seremonial semata namun lebih kepada upaya meningkatkan sinergitas dan koordinasi antar pengurus dan kader PKK, serta hubungan PKK dengan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

Selain itu peringatan HKG PKK juga harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi mengenai hal-hal apa saja yang telah dilakukan oleh TP PKK selama setahun ini, dan apakah program yang yang dilakukan telah selaras dengan program-program pemerintah, karena PKK merupakan lembaga kemasyarakatan dan mitra pemerintah baik ditingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan,bahkan desa haruslah bersinergi satu sama lain agar secara optimal mampu melakukan percepatan pencapaian visi dan misi PKK.

“Tim Penggerak PKK telah mampu menjabarkan sinergitas ke dalam program kerja yang terarah, berorientasi kedepan dan bermanfaat bagi masyarakat. Tim penggerak PKK telah banyak berbuat nyata dalam mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan melalui penanganan masalah pendidikan, kesehatan, dan peningkatan keterampilan kerja masyarakat, cetusnya.

Senada dengan Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung H. Kurnia Dadang M Naser menanggapi, seluruh kader PKK di Kabupaten Bandung agar memberikan perhatian khusus pada Posyandu sebagai wadah terdepan pemberian layanan kesehatan, peningkatan kapasitas SDM kader, penyuluhan kepada masyarakat, pembinaan kelompok juga meningkatkan sinergitas dengan gerakkan lainnya, seperti Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS),
.
. Pokjanal, Forikn, Bunda PAUD, Kawasan Rumah Oangan Lestari (KRPL), LK3A dan Formi.

10 program pokok yang sudah terimplementasikan dalam mendukung IPM di Kabupaten Bandung ucap Ibu yang biasa disapa Teh Nia, yakni Penghayatan dan Pengamalan PANCASILA, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.

“Saya berharap, peran PKK akan lebih profesional dan proporsional. Itu berarti PKK melakukan tugas dan fungsinya secara normatif, kreatif, tepat waktu dan bertanggung jawab serta terus berinovasi mengembangkan kreatifitas program sesuai dengan potensi dan kebutuhan. Tumbuhkan ide-ide inovatif seraya kembangkan jalinan kerjasama dengan mitra kerja PKK dalam rangka pengembanganan akselerasi program PKK,” pungkasnya.


Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Sekda: ‘Partisipasi Masyarakat Dalam Pesta Demokrasi, Harus Meningkat’ Pemilihan Umum
Guna mengimbangi perkembangan teknologi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menargetka