10 Kecamatan Terdampak Bupati ‘Penanganan Harus Komprehensif’

Rabu, 28 Februari 2018

Kejadian bencana di Kabupaten Bandung meluas menjadi 10 kecamatan, dengan potensi bencana dan dampak yang beragam.

Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH,S.Ip.,M.Ip menegaskan, untuk penanganannya harus dilakukan secara komprehensif, sabilulungan semua unsur.

Beberapa waktu lalu, pemerintah sudah bersinergi dengan Pangdam III Siliwangi untuk menyelesaikan permasalahan bencana yang disebabkan oleh rusaknya Sungai Citarum, dengan pencanangan tanam pohon oleh Presiden Jokowi secara langsung.

“Persoalan Citarum ini menjadi perhatian dan sudah diintervensi program dari pemerintah pusat. Belum lama ini presiden melakukan peninjauan langsung ke hulu sungai Citarum di Kertasari, sebagai dukungan program Citarum Harum,” ungkap Bupati usai ditemui di Gd. Moch Toha Soreang, Selasa (27/2/2018).

Pada peninjauan oleh RI 1 tersebut ucap Bupati, pemerintah pusat dan daerah akan focus pada pemulihan hutan, rekayasa sosial yang berkaitan dengan pemahaman masyarakat di daerah hulu Citarum, serta penanggulangan masalah utama yakni pengelolaan sampah.

“Permasalahan utama Sungai Citarum adalah sampah, jadi saya mengajak semua masyarakat dan lembaga agar menyadari pentingnya mengelola sampah yang benar. Dalam hal ini sampah industry dan rumah tangga, baik sampah atau limbah padat maupun cair,” ajak Bupati.

Lebih lanjut dia menjelaskan, semua pihak sudah berupaya, namun masih belum komprehensif karena punya keterbatasan masing-masing. Saat ini lanjutnya, bencana terjadi di 10 kecamatan dengan kejadian bencana banjir, longsor dan angin kencang.

“10 kecamatan, Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Ibun, Majalaya, Ciparay,Cileunyi, Solokanjeruk, Rancaekek banjir, sedangkan Kecamatan Paseh terjadi longsor. Jumlah korban saat ini mencapai 535 KK dan 1.615 jiwa mengungsi, sedangkan yang terdampak 3.570 rumah, 3.609 KK dan 12.148 jiwa. Ini data terkahir dan ada sebagian data belum terinput. Artinya, data ini bisa berubah sesuai dengan kondisi intensitas hujan dan ketinggian muka air,” jelasnya.

Penanggulangan Bencana (PB) tersebut lanjutnya, sudah diintervensi beberapa perangkat daerah terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Dia berharap koordinasi dan kerja dengan sabilulungan terus dilakukan untuk tujuan kemanusiaan dan meminimalisir resiko bencana.

“Penanganan PB dengan semua stakeholder sudah dilakukan juga dengan para relawan, yang sebelumnya sudah diberikan pelatihan PB, mitigasi juga teknis penyelamatan diri sesuai dengan potensi bencana di wilayah masing-maisng. Untuk itu saya berterima kasih pada semua lembaga juga para relawan. Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Mengenai dorongan pada pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum , Bupati menganggap BBWS sudah paham, namun tetap memilki keterbatasan.

“Kalau sabilulungan saling menyadari kelemahan, tappi punya potensi masing-masig, ayo kita sama-sama membuat grand desain. Ketika kemarau saatnya menggali, saat hujan menanam. Perbaiki di hulu, kandang komunal sapi yang di pinggir sungai pindahkan itu baru 65% kita lakukan, nanti provinsi dan pusat kita dorong juga desa diwajibkan beli lahan untuk TPS rumah tangga,” pungkas Bupati.

Sementara menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Drs. Akhmad Johara, dalam pelaksanaan PB, pihaknya sudah melibatkan stakeholder terkait kebencanaan seperti Dinas Sosial untuk intervensi logistik, Dinas Lingungan Hidup (DLH) mengenai penanganan sampah dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) dengan dukungan personil dan alat berat.

“Selain itu kontribusi juga diberikan Dinas Kesehatan, yang bekerja sama dengan Dokpol melakukan pelayanan kesehatan secara mobile. Disperkimtan dan PDAM menyuplai air bersih, Satpol PP, TNI dan Polri, PMI, Basarnas, Pemerintah Kecamatan dan Desa serta para relawan juga masyarakat,” tambah Akhmad Johara.

Pihaknya menyatakan telah menyiagakan seluruh personil dan ketersediaan logistic untuk kebutuhan pengungsi, seperti tikar, selimut, terpal, sekop, cangkul, air mineral, family kits serta makanan bagi dan siap saji.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Rangkaian Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019, yang ditandai dengan Pataka Relay, kali ini be
Adanya sedimentasi dan penyempitan di bagian hilir Sungai Cilember di Kelurahan Melong dan Cimahi Te